Beranda » Uncategorized » bagaimana cara menanam tomat di pot | Purwodadi

bagaimana cara menanam tomat di pot | Purwodadi

T Diposting oleh pada 6 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms berencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang wajib diperhatikan pas menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada saat penanaman untuk menghindari rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan didalam agar daun paling rendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar sehingga air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat di dalam wadah membawa dampak tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melewati hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk melindungi kelembaban tanah serta menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk membantu tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan letakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan mencegah air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di awali kala buah tomat berdiameter sekitar 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menopang menahan penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan terlihat matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di area yang cerah sehingga membuatnya matang, tomat barangkali akan membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya benar-benar merah, berapapun ukurannya, dan barangkali ada lebih dari satu warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan tempatkan tomat fresh ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu sanggup mengakibatkan kerusakan rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat mampu tumbuh dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada termasuk yang sanggup ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang dapat ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kami sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan membersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian laksanakan seleksi sekali ulang pada biji tomat, pilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga miliki daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dilaksanakan di atas sarana yang terpisah bersama dengan penanaman masal. Lihat langkah membuat media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih fasilitas persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk mengurangi efek tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, membuat larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa ditunaikan dengan dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan tempat supaya akar tidak putus dikala ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah fasilitas persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap tiap polybag, tutup dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah benar-benar asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. fungsi pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya wajib disesuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian wujud bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar bersifat pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk dasar kudu lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa sangat bermanfaat khususnya terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam pada mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas terlebih dahulu wadahnya selanjutnya masukkan semua sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan pada hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat masih tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut beberapa perawatan mutlak misalnya kita hendak laksanakan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfaedah untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman ditunaikan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan didalam budidaya tomat biasanya dijalankan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, dikarenakan tanaman wajib beradu di dalam mendapatkan nutrisi. Selain itu gulma termasuk mengundang hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dilaksanakan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun wajib segera sehingga tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dikerjakan dengan tangan. Namun andaikan batang telah sangat keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilaksanakan sesudah nampak jumlah dompolan buah kurang lebih 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa persentase kalium tinggi terhadap kala tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami sanggup menambahkan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis usia 2-3 minggu memberikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap usia lebih berasal dari 4 minggu tanaman tetap keluar tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena sanggup melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak perlu air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi bakal menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan sanggup menyebabkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang dapat membawa dampak kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama keadaan cuaca. Bila curah hujan memadai relatif tidak mesti kembali penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilaksanakan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran sanggup dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk mencegah luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya bisa saja tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menghindar pertumbuhan dan menyebabkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya bersifat angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat sehingga tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut dapat disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida wajib bijak, mengatur bersama dengan lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan melihat cara memicu pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida cuma sementara dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan selamanya datang dan kemungkinan akan lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida barangkali efektif tetapi bakal menyebabkan pengaruh lingkungan yang tidak baik dan termasuk menaikan biaya produksi. Kalau pun wajib manfaatkan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh mengfungsikan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT wajib dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang kudu diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, dukungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, pakai predator alami, manfaatkan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru sanggup dipanen 60-100 hari setelah tanam, terkait dari varietasnya. Penentuan sementara panen berdasarkan umur tanaman kadang saat tidak efektif. Sebaiknya memakai pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen sekiranya kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman tetap melakukan fotosintesis. Pada situasi demikianlah penguapan sedang tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan mampu dikerjakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya meraih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah khusus dapat mencapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk bagaimana cara menanam tomat di pot | Purwodadi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait bagaimana cara menanam tomat di pot | Purwodadi

cara budidaya tomat dalam pot	 | Demak

cara budidaya tomat dalam pot | Demak

T 10 November 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam biji tomat di pot	 | Purworejo

cara menanam biji tomat di pot | Purworejo

T 5 February 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar	 | Pati

cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Pati

T 12 October 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

+ SIDEBAR