Beranda » Uncategorized » cara agar tanaman tomat berbuah lebat | Jepara

cara agar tanaman tomat berbuah lebat | Jepara

T Diposting oleh pada 2 February 2012
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang harus diperhatikan kala menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam sinar matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak kurang lebih 60 cm pada tanaman satu bersama tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada kala penanaman untuk menjauhkan rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup di dalam agar daun terendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk kurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak amat padar supaya air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat dalam wadah sebabkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah serta menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk mendukung tomat melalui masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan menempatkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghambat air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di mulai disaat buah tomat berdiameter kira-kira 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun bagian bawah. Ini menolong menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum saat terlihat matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat bisa saja dapat membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan barangkali tersedia beberapa warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan tempatkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan hal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan kira-kira 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya sesuai di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang bakal ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan bersama ringan diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya sangat mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam di dalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali ulang pada biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai miliki daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah memicu sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih fasilitas persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk mengurangi dampak tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilaksanakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram bersama air untuk melunakan sarana agar akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, langkah putar yakni menyita tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah sarana persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup bersama dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlampau asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya perlu disesuaikan bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk basic bersifat pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor dapat ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk dasar perlu lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan bersama mulsa terlampau bermanfaat terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfungsi untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang didalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, lepas khususnya dahulu wadahnya selanjutnya masukkan seluruh tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk merawat kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini amat rentan pada hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko rusaknya buah tomat tetap tinggi kira-kira 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan penting kalau kami hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. Penyulaman dijalankan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat umumnya dilaksanakan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan sanggup lebih jarang lagi. Penyiangan punya tujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, dikarenakan tanaman wajib bersaing di dalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma juga mengakibatkan hama dan penyakit yang mampu menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dijalankan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun wajib langsung sehingga tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dikerjakan bersama tangan. Namun kalau batang udah sangat keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan sehabis keluar kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa takaran kalium tinggi pada pas tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dilakukan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair kudu diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami sanggup menambahkan pupuk kandang atau kompos sehabis tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis umur 2-3 minggu memberikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap umur lebih dari 4 minggu tanaman tetap muncul kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan hingga perihal tanaman karena dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak benar-benar banyak perlu air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat memicu pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun akan menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa memicu pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu memicu kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan memadai relatif tidak mesti lagi penyiraman. Justru yang kudu diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu dikerjakan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir mempunyai tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung bermanfaat untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menghambat luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga mungkin tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa mencegah perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran ditunaikan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 agar batang tomat tidak terluka gara-gara bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan benar-benar kuat supaya tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut bisa disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, mengatur bersama dengan lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya manfaatkan pestisida yang alami. Silahkan melihat cara membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit bakal senantiasa mampir dan kemungkinan bakal lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida kemungkinan efektif tapi akan menimbulkan pengaruh lingkungan yang buruk dan terhitung menaikan ongkos produksi. Kalau pun kudu menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh mengfungsikan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dilakukan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, perlindungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, manfaatkan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru sanggup dipanen 60-100 hari sehabis tanam, tergantung berasal dari varietasnya. Penentuan selagi panen berdasarkan usia tanaman kadang pas tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen apabila kulit buah beralih berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya ditunaikan di pagi atau sore hari gara-gara terhadap siang hari tanaman tetap jalankan fotosintesis. Pada kondisi demikian penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah spesifik sanggup menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara agar tanaman tomat berbuah lebat | Jepara

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara agar tanaman tomat berbuah lebat | Jepara

cara menanam tomat dari biji nya	 | Pemalang

cara menanam tomat dari biji nya | Pemalang

T 10 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat dari biji agar berbuah banyak	 | Purbalingga

cara menanam tomat dari biji agar berbuah banyak | Purbalingga

T 20 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat di ladang	 | Jepara

cara menanam tomat di ladang | Jepara

T 13 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

+ SIDEBAR