Beranda » Tips » cara budidaya apel dalam pot | Kajen

cara budidaya apel dalam pot | Kajen

T Diposting oleh pada 16 November 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 3 kali

Cara Menanam Apel dari Biji yang Baik dan Benar

Apel adalah buah fresh nan renyah yang kaya bakal persentase air, vitamin B dan C. Di semua dunia, buah apel nyaris menjadi buah-buahan yang paling sering dikonsumsi. Hal ini menyebabkan permintaan buah apel terus menerus semakin meningkat agar pembudidayaannya dilakukan secara besar-besaran di setiap daerah.

Buah apel yang matang pada biasanya berwarna merah, biarpun tersedia termasuk yang matang di dalam situasi hijau, atau hijau kekuningan. Apel merah adalah salah satu model apel yang paling banyak digemari gara-gara energi tarik warnanya yang merah menggugah selera. Tapi apel hijau tidak kalah tenar, rasanya selalu manis tetapi biasanya lebih renyah dan kadang mulai masam. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Cek di sini koleksi tanaman buah apel yang kita sediakan di toko online
Buah apel bisa ditanam bersama dengan langkah stek atau cangkok juga bersama gunakan bijinya. Namun di dalam artikel ini, bakal diberikan cara-cara untuk menanam apel bersama menggunakan biji. Anda dapat mempelajari langkah-langkah di bawah ini:

1. Simulasi musim dingin untuk membawa dampak biji berkecambah
Pilih benih biji unggul atau bersama kualitas paling bagus, supaya mampu menghasilkan pohon apel yang prima.
Selanjutnya letakkan biji-biji tersebut hingga kering. Bisa Anda letakkan terhadap kertas atau kain sehingga kulit anggota luar bijinya menjadi kering dan tidak lembab.
Setelah itu, bungkus biji tadi memanfaatkan tisu basah dan masukkan ke di dalam wadah yang tertutup rapat. Bisa dibungkus kantong pelastik, di masukkan terhadap toples yang mempunyai penutup, atau terhadap wadah tupperware.
Kemudian menempatkan benih Anda ke di dalam lemari es atau kulkas bersama suhu 4,4 – 10 derajat C. Letakkan biji tersebut di lemari es sepanjang 8 minggu. Pada proses ini, biji bakal mengeluarkan tunasnya.
Setelah 8 minggu, semestinya benih biji Anda telah mengeluarkan kecambah. Keluarkan berasal dari kulkas dan biji ini siap untuk dipindahkan terhadap tempat tanah.
Contoh biji apel yang udah dikeluarkan berasal dari di dalam lemari es. Kecambahnya sudah nampak dan siap untuk ditanam.
Contoh biji apel yang udah dikeluarkan berasal dari di dalam lemari es. Kecambahnya sudah nampak dan siap untuk ditanam.
2. Memindahkan benih yang berkecambah ke di dalam pot
Pertama, siapkan wadah berbentuk pot berukuran kecil. Kemudian mengisi bersama tanah bersama dengan pH netral. Tidak wajib mengimbuhkan tanah berikut bersama campuran pupuk untuk awal penanaman.
Buat cekungan pada tanah 2 atau 3 kali lebih besar dari pada ukuran biji. Letakkan benih biji selanjutnya pada cekungan tanah bersama dengan hati-hati, lalu tutupi kembali dengan tanah.
Tepuk-tepuk tanah bersama dengan lembut. Kemudian, sirami bersama dengan air sehingga tanahnya selamanya lembab.
Tempatkan pada suhu kamar dan berikan paparan cahaya matahari secara langsung.
Pohon apel (jenis apel putsa) kecil yang telah mampu dipindahkan terhadap lahan permanen.
Pohon apel (jenis apel putsa) kecil yang sudah sanggup dipindahkan terhadap lahan permanen.
3. Memindahkan pohon apel kecil pada lahan tanah
Yang wajib diperhatikan adalah, kala benih yang udah Anda tanam terhadap pot kecil sudah tumbuh, jangan langsung memindahkannya pada lahan tanah karena terhadap dasarnya, batang, akar, termasuk daun-daunnya tetap rentan mati. Jadi Anda kudu menunggu sampai tanaman berikut udah setinggi 25cm. Setelah itu, Anda mampu ikuti hal-hal berikut:

Tanam pada lahan yang lembab dengan pH yang netral.
Berikan lahan yang dapat terkena cahaya matahari langsung. Kalau bisa, tanam menghadap ke arah timur.
Pastikan beri tambahan area yang luas untuk tumbuh akarnya nanti. Jadi jikalau menanam beberapa pohon, maka beri jarak antara pohon muda yang satu bersama yang lainnya kira-kira 4,5 atau 5 meter.
Siram pohon kecil Anda sebanyak 10 sampai 12 hari. Namun kala sudah tumbuh besar, dapat dikurangi penyiramannya.Intinya, pohon apel tidak bisa tumbuh terhadap tanah yang kering, tidak terhitung tanah yang terlampau basah. Sirami bersama memelihara kelembapan tanahnya.
pohon-apel-yang-ditanam-pada-lahan
Pohon apel yang ditaman terhadap lahan harus selalu diberikan perawatan hingga tumbuh besar dan berbuah.
Berikan asupan nutrisi berwujud pupuk dengan kandungan nitrogen dan oksida (NPK) 10-10-10.
Pantau terus pertumbuhannya, dan jangan lupa melindunginya berasal dari masalah penyakit juga hewan-hewan yang suka memakan dedaunan.
Tingkat kesuksesan penanaman apel dengan menggunakan biji sebenarnya tidak semulus penanaman secara stek. Tapi jikalau berlebihan dari langkah menanam apel dari biji Anda akan meraih pohon apel yang utuh, tumbuh besar dari akar hingga pucuk daunnya. Jadi tidak ada salahnya coba langkah-langkah di atas, kecuali anda dapat bersabar dan sedikit telaten, maka penanamannya pasti bakal berhasil. Untuk miliki product bibit tanaman apel, silakan klik disini. Selamat coba 🙂
Meskipun bukan asli tanaman dari Indonesia, apel juga keliru satu model buah yang populer disamping jeruk dan mangga. Sebagai buah segar, apel banyak disajikan di dalam pesta, buah penyerta kunjungan orang sakit maupun sesaji upacara agama di Bali. Selain dikonsumsi didalam wujud buah segar, kelezatan apel sanggup dinikmati di dalam wujud minuman maupun dodol yang banyak dijajakan di Kota Wisata Batu.

Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat dan paru-paru. Serat apel termasuk menghindar penyakit jantung serta mengontrol berat badan dan kadar kolesterol bersama dengan cara seratnya mencegah reabsorpsi.

Selain Malang Raya (Jawa Timur), sebagian area di Indonesia Timur (NTT, Bali, dan Papua) miliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman apel. Namun demikianlah daerah-daerah berikut belum punya sentra memproses apel sesuai harapan disebakan pengembangannya belum diikuti dengan pemahaman dan penerapan teknologi budidaya apel yang baik dan benar.

Syarat Tumbuh

Di Indonesia yang beriklim tropika, sebagian varietas apel punyai adaptasi yang baik di dataran tinggi/pegunungan yang memiliki suhu dingin. Awalnya sentra apel di Malang Raya terletak di elevasi 700 – 1.200 m dpl bersama suhu udara kurang lebih 16 – 27oC. Saat ini, suhu hawa di Malang Raya udah meningkat secara nyata sehingga menggeser kesuaian lahan apel ke elevasi lebih kurang 1.000 – 1.500 m dpl.

Selain bersuhu dingin, area penanaman apel sebaiknya beriklim kering atau memiliki hujan tahunan 1.000 – 2.500 mm dengan penyinaran matahari sebanyak 50 – 60 % per hari, dan kelembapan udara 75–85 %. Jika hujan tinggi dan turun seiring bersama dengan musim pembungaan bakal menggagalkan bunga jadi buah.

Meskipun apel mampu tumbuh di beberapa jenis tanah yaitu Regosol (Entisol), Andosol (Andisol), dan Latosol (Inceptisol), karakter tanah yang ideal adalah teksturnya sedang, ketekunan gembur, kedalaman efektif > 50 cm, drainase baik, dan pH tanah 5,5 – 7.

Pemilihan Benih

Rome Beauty, Manalagi dan Ana merupakan varietas apel yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Ciri apel Rome Beauty antara lain kulit buah berwarna merah kehijauan, agak bulat, daging buah agak keras, beraroma kuat, dan rasanya segar sedikit asam. Kulit buah apel manalagi berwarna kuning kehijauan, agak bulat, rasanya manis, aromanya harum (wangi), dan takaran airnya agak kurang. Sedangkan wujud buah apel Ana adalah lonjong, kulitnya berwarna merah dan tipis, daging buah lunak dan rasanya asam.

Dibandingkan dengan Varietas Rome Beauty dan Manalagi, Varietas Ana bakal lebih baik ditanam di area yang punya elevasi lebih tinggi. Ciri-ciri benih apel yang baik antara lain diperbanyak bersama langkah okulasi, batang bawah maupun batang atas lurus dan sehat, akar serabutnya lebat, daunnya subur dan sehat, berumur 6 bulan atau lebih dari kala okulasi, dan juga bersertifikat.

Penyiapan Lubang dan Penanaman

Agar awal musim hujan mampu dijalankan penanaman, pada musim kemarau wajib dikerjakan pembersihan lahan, pembuatan beranda (lahan berlereng) dan lubang tanam. Ukuran lubang yang direkomendasi adalah panjang, lebar dan di dalam tiap-tiap 60 cm. Jarak tanam untuk Varietas Manalagi adalah 3 – 3,5 m X 3,5 m, namun untuk Ana dan Rome Beauty adalah 2 – 3 m X 2,5-3 m.

Untuk melakukan perbaikan kesuburan daerah perakaran, tempat yang dimasukkan kedalam lubang tanam adalah tanah lapisan atas yang berwarna lebih gelap dan gembur dicampur 20 kg bahan organik (pupuk kandang) dan 0,5 kg dolomit atau fosfat alam kalau reaksi tanah masam (pH < 5,5). Sebelum hujan, campuran tanah dimasukkan ke didalam lubang dan dibiarkan mengalami inkubasi sekurang-kurangnya 2 minggu.

Awal musim hujan murapakan waktu tanam yang ideal karena ketersediaan air dan suhu udara menolong untuk adaptasi benih di lapangan. Penanaman dilakukan bersama memasukkan benih ke dalam lubang dan akarnya harus diatur sehingga menyebar kesegala arah. Selanjutnya, akar ditimbun tanah sampai setinggi leher akar sambil dipadatkan supaya tanaman berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Untuk menghindar problem angin kencang, tiap-tiap tanaman kudu dipasang ajir dan diikat secara longgar.

Pelengkungan Cabang

Selain membentuk kerangka tajuk, pelengkungan cabang dimaksudkan untuk mendorong timbulnya tunas generatif pada cabang lateral. Kegiatan ini dijalankan setelah tanaman beradaptasi di lapangan dan memiliki

cabang cukup panjang serta kuat dilengkung, biasanya berdiameter kurang lebih 1 – 2 cm. Caranya yakni 3 – 4 cabang dilengkungkan sampai mendatar dan diikat bersama dengan tali yang

ditancapkan terhadap tanah. Selanjutnya, daunnya dirontokkan (dirompes) dan ujung cabang dipotong.

Pemupukan

Paling sedikit tanaman apel memerlukan unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S) dan unsur hara mikro (Fe, Zn, Mn, Cu, B, Mo). Sumber utama unsur hara makro adalah pupuk kimia sedang sumber unsur mikro berasal berasal dari bahan organik dan pupuk kimia.

Unsur hara makro N, P dan K digunakan tanaman khususnya untuk membentuk organ vegetatif dan generatif supaya diperlukan didalam kuantitas paling banyak. Untuk memenuhi keperluan ketiga unsur tersebut, tanaman wajib diberi tambahan pupuk kimia secara berimbang yang diaplikasikan secara tertib tiap-tiap 2 – 3 bulan (Tabel 1).

Untuk memelihara kegemburan tanah dan mencukupi unsur hara mikro/unsur lainnya, disarankan dilaksanakan menambahkan 20 – 40 kg/pohon bahan organik dan pengapuran kalau ph tanah <5,5 terhadap tiap tiap akhir kemarau

Tabel 1. Rekomendasi Dosis Pupuk N, P dan K Untuk Tanaman Apel

Umur (Tahun) Dosis Pupuk (g/phon) Interval Aplikasi
0 – 1 50 – 100 Setiap 2 bulan
> 1 – 2 100 – 200 Setiap 3 bulan
> 2 – 3 200 – 300 Setiap 3 bulan
> 3 – 4 300 – 400 Setiap 3 bulan
> 4 – 5 400 – 500 Setiap 3 bulan
> 5 ? 500 Setiap 3 bulan
Keterangan: *** = NPK 15-15-15 atau 16-16-16
Perompesan Daun

Di Indonesia yang tidak memiliki periode dingin yang panjang, perlakuan perompesan daun (defoliasi buatan) disertai pelengkungan cabang dan pemangkasan anggota ujungnya bisa memecahkan tunas generatif lebih-lebih tunas lateral yang diikuti bersama keluarnya bunga. Idealnya perompesan daun dilakukan disaat tunas generatif udah padat, umumnya sekitar 2 minggu sesudah panen.

Selain secara manual bersama dengan tangan, perompesan daun mampu dilakukan dengan menyemprot daun tua (pembakaran daun) menggunakan zat pengatur tumbuh berbahan aktif Hidrogen Sianamida dengan 10% Urea. Biasanya, rompes daun yang dilaksanakan kurang lebih bulan April dan Oktober memberikan hasil lebih baik dibandingkan bulan-bulan lainnya sebab bunga terhindar berasal dari air hujan

Penjarangan Buah

Penjarangan buah apel secara pas bisa meningkatkan kualitas panen dan memelihara stabilitas produksi. Kegiatan ini dilakukan

dengan mengurangi jumlah buah yang bergerombol dan menyisakan 2 – 3 buah yang seragam pertandan. Kegiatan ini sebaiknya dikerjakan dikala buah berumur 8 – 9 minggu dari bunga mekar.

Pembungkusan Buah

Khusus apel Manalagi, ketika buah berumur kira-kira 3 bulan dari bunga mekar wajib dibungkus bersama kertas yang bersih dan tahan air. Jika tidak dibungkus, bagian buah buah yang terpapar cahaya matahari langsung akan berwarna kemerahan dan bagian lainnya senantiasa kuning kehijauan supaya penampilannya jadi tidak cukup menarik. Kegiatan ini dilakukan setelah penjarangan buah atau 3 bulan dari rompes daun.

Hama dan Penyakit Utama

Selama pertumbuhannya, cukup banyak type hama dan penyakit yang menyerang tanaman apel. Setelah daun dirompes sampai lebih kurang 3 bulan selanjutnya merupakan era kronis serangan hama dan penyakit. Beberapa hama yang kerap menyerang adalah kutu daun, kutu sisik, tungau, Trips dan Ulat. Sedangkan penyakit utamanya adalah Embun Tepung atau Powdery Mildew dan Marsonina coronaria.

Contoh bahan aktif pestisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama selanjutnya antara lain Imidakloprid, abamectin (kutu daun, kutu sisik, Trips), Dicofol, Piridaben (Tungau) dan Sipermetrin (ulat), dan lain-lain. Sedangkan bahan aktif yang biasa digunakan untuk mengendalikan penyakit antara lain Difenokonazo, Propineb, Mankozeb, dan lain-lain.

Panen

Berbeda bersama apel di daerah subtropika, perlakuan pelengkungan cabang bersama perompesan daun menjadikan apel di Indonesia sanggup dipanen setahun dua kali. Apel Rome Beauty bisa dipanen dikala buah berumur kira-kira 120 – 140 hari, Manalagi kurang lebih 115 dan Ana lebih kurang 100 hari dari bunga mekar.

Panen sebaiknya dilaksanakan terhadap pagi hari waktu cuaca cerah. Buah-buah yang udah dipetik perlu dimasukkan secara hati-hati kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik untuk mengurangi kerusakan buah yang dipanen.

Tags: ,
rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara budidaya apel dalam pot | Kajen

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara budidaya apel dalam pot | Kajen

cara budidaya kroto rangrang	|Ngasem

cara budidaya kroto rangrang |Ngasem

T 25 July 2012 F A rijal wafaudin

Cara praktis budidaya kroto telur atau kroto yang berwarna putih. Pada fasilitas atau sarang yang sudah stabil, setelah itu kroto mampu dipanen tiap tiap 15-20 hari. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya... Selengkapnya

cara ternak kroto super	|Jombang

cara ternak kroto super |Jombang

T 17 May 2013 F A rijal wafaudin

Cara praktis budidaya kroto telur atau kroto yang berwarna putih. Pada tempat atau sarang yang telah stabil, sesudah itu kroto dapat dipanen tiap-tiap 15-20 hari. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak agar populasi semutnya bertambah. Setidaknya hingga... Selengkapnya

cara ternak kroto dari alam	|Cikarang

cara ternak kroto dari alam |Cikarang

T 16 June 2013 F A rijal wafaudin

Cara praktis budidaya kroto telur atau kroto yang berwarna putih. Pada sarana atau sarang yang sudah stabil, setelah itu kroto sanggup dipanen tiap tiap 15-20 hari. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya... Selengkapnya

+ SIDEBAR