Beranda » Tips » cara budidaya jangkrik genggong |Sumenep

cara budidaya jangkrik genggong |Sumenep

T Diposting oleh pada 13 May 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Cara ternak jangkrik yang efektif

Jangkrik merupakan keliru satu serangga yang kerap dijadikan pakan burung, ikan dan reptil. Permintaan akan jangkrik bersamaan bersama naiknya minat untuk pelihara burung, ikan dan reptil. Cara ternak jangkrik memadai gampang dilakukan baik untuk skala kecil maupun besar.

Sebelum mengupas berkenaan cara ternak jangkrik, ada baiknya kita mengenal khususnya dahulu jenis dan karakter bintang ini. Nama ilmiah jangkrik Gryllus Sp., terhitung didalam keluarga Gryllidae. Menurut catatan terkandung lebih berasal dari 1000 spesies jangkrik yang hidup di area tropis.

Di Indonesia, setidaknya telah dikenal 100-an spesies jangkrik. Namun belum semuanya terpetakan secara lengkap. Jenis spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Selain itu, tetap terkandung jangkrik yang diternakan untuk target lain, seperti hobi dan hewan aduan.

Jangkrik merupakan hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda layaknya rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, dapat diberi pakan sayuran hijau yang banyak punya kandungan air layaknya sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.

Persiapan kandang
Langkah pertama untuk memulai ternak jangkrik adalah buat persiapan kandang atau daerah budidaya jangkrik. Kandang untuk ternak jangkrik bisa dibikin berasal dari beraneka bahan layaknya kardus papan atau triplek. Pada peluang kali ini, kami dapat memberikan perumpamaan pembuatan kandang jangkrik dari kayu dan kasa.

Desain kandang untuk ternak jangkrik kotak seperti peti, bisa terbuat dari papan atau tripleks. Berikut gambaran kandang jangkrik kotak tunggal.

Kotak terbuat dari papan atau tripleks bersama dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm.
Gunakan lem terhadap tiap tiap sambungan dan sudut peti. Gunanya sehingga jangkrik yang baru menetas tidak terlihat lewat celah sambungan. Ukuran jangkrik baru menetas sangat kecil.

Permukaan anggota atas harus bisa diakses tutup bersama dengan pakai engsel.
Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi. Ukuran lubang ventilasi 50 x 7 cm, posisi lubang kurang lebih 10 cm berasal dari atas (lihat gambar). Ventilasi ditutup bersama dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak mampu kabur.

Pada segi pinggir diberi celah atau cantelan untuk pegangan. Gunanya untuk memudahkan mengangkat atau menggeser peti.
Pada sekeliling sisi bagian dalam, sekitar 10 cm berasal dari atas, memberikan isolasi plastik. Gunanya agar jangkrik tidak merayap ke atas.
Pasang kaki-kaki terhadap keempat sudut peti, kurang lebih tingginya 10 cm. Keempat kaki-kaki berikut nantinya diletakan terhadap mangkung yang diisi air atau cairan lain. Gunanya untuk menghindar hama layaknya semut masuk ke dalam kandang.
Kandang jangkrik juga dapat dibikin bersusun, seumpama tiga susun untuk menghemat daerah dan efisiensi budidaya. Kandang jangkrik sebaiknya di letakkan di dalam ruangan yang gelap, tidak terkena cahaya matahari langsung.

Selain terlindung dari cahaya matahari langsung, ternak jangkrik juga perlu ketenangan. Sebaiknya pilih ruangan yang memiliki angin cukup, gelap, jauh dari hiruk pikuk dan selanjutnya lalang pergerakan manusia.

Persiapan bibit jangkrik
Seperti sudah diuraikan sebelumnya, bibit untuk ternak jangkrik yang biasa diternakan dari style G. miratus dan G. testaclus. Bibit sanggup dibeli berasal dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Sebenarnya style jangkrik lain mampu terhitung diternakan, ada sebagian spesies yang sebenarnya susah atau lambat perkembangbiakkannya.

Bibit atau indukan ternak jangkrik sebaiknya didapat dari tangkapan alam. Atau jikalau sulit, minimal bibit jangkrik jantan didapat berasal dari alam. Karena biasanya indukan jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Ciri-ciri calon indukan jangkrik:

Sungut atau antena tetap panjang, seluruh anggota badan tetap lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
Jangan menentukan jangkrik yang seandainya dipegang mengeluarkan cairan baik berasal dari mulut maupun duburnya.

Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
Induk betina tersedia ovipositor pada anggota ekornya, ekornya ada tiga anggota tengah merupakan ovipositor. Ukurannya besar.
Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling gampang adalah memandang ekornya. Jangkrik jantan cuma punya dua helai ekor sedang betina keluar memiliki 3 helai ekor. Sebenarnya ekor anggota tengah adalah ovipositor.

Cara ternak jangkrik
Kondisi kandang untuk ternak jangkrik perlu menyimak tingkat kelembapan dan binatang pengganggu. Kelembaban harus tetap dikontrol, terlebih sementara musim kemarau, Untuk melindungi kelembaban sanggup dikerjakan bersama penyemprotan atau menutup kandang bersama dengan karung goni basah.

Musuh atau hama ternak jangkrik cukup banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Selain itu, jangkrik bisa jadi kanibal andaikan ketersediaan makanan di dalam kandang tidak mencukupi.

a. Mengawinkan jangkrik
Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan area pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat aga serupa bersama habitat jangkrik di alam. Dinding kandang dapat diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, layaknya daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Jangkrik yang bakal dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan jantan dan betina tidak sama spesies, perkawinan tidak bakal terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan bersama dengan perbandingan 10:2.

Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan nada derik konsisten menerus. Jangkrik betina yang sudah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya ditempatkan didalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan jangkrik kudu beroleh asupan pakan yang cukup. Contoh pakannya kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa tiap-tiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.

Beberapa peternak tersedia yang memberikan ramuan spesifik bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan sebagian vitamin. Katanya supaya telur yang dihasilkan dapat banyak dan berkualitas. Apakah perihal selanjutnya efektif? belum tersedia ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja.

b. Menetaskan telur
Telur jangkrik bakal menetas setelah 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari sesudah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.

Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang termasuk sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi dapat berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari kebanyakan telur menetas.

Pada masa penetasan, kelembaban kandang kudu tetap dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang bersama dengan karung goni basah.

c. Pemberian pakan
Setelah telur menetas, cara seterusnya adalah mengimbuhkan pakan. Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat berasal dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.

Setelah melalui 10 hari, anakan jangkring mampu dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan sanggup ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

d. Pemeliharaan kandang
Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, dan juga terhindar berasal dari gangguan hama. Hal lain yang mesti dijaga adalah kondisi kandang supaya senantiasa lembab dan gelap. Selain itu selamanya jaga agar makanan memadai tersedia, dikarenakan apabila tidak cukup jangkrik akan kanibal, saling emmangsa di antara mereka.

Buang pakan yang tersisa tiap tiap hari, jangan hingga membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibikin sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil andaikan terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.

Periksa air yang ada terhadap mangkok atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau pindah seumpama cairan udah sedikit. Cairan yang digunakan dapat air, minyak tanah, atau tipe cairan lain yang bisa menghindar hama masuk ke didalam kandang.

e. Pemanenan
Ada dua output yang bisa dipanen dari ternak jangkrik, yakni jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dijual lebih mahal berasal dari jangkrik itu sendiri. Telur kebanyakan dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

Ternak jangkrik sudah bisa dipanen sehabis capai usia tidak cukup lebih 30 hari. Terhitung sejak telur merasa menetas.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara budidaya jangkrik genggong |Sumenep

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara budidaya jangkrik genggong |Sumenep

cara menanam apel di pot	 | Boyolali

cara menanam apel di pot | Boyolali

T 29 November 2011 F A rijal wafaudin

Cara Menanam Apel berasal dari Biji yang Baik dan Benar Apel adalah buah fresh nan renyah yang kaya akan persentase air, vitamin B dan C. Di semua dunia, buah apel nyaris menjadi buah-buahan yang paling kerap dikonsumsi. Hal ini mengakibatkan... Selengkapnya

cara cara ternak kroto	|Kanigoro

cara cara ternak kroto |Kanigoro

T 11 May 2013 F A rijal wafaudin

Cara praktis budidaya kroto telur atau kroto yang berwarna putih. Pada sarana atau sarang yang sudah stabil, seterusnya kroto sanggup dipanen setiap 15-20 hari. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya sampai 6... Selengkapnya

cara lengkap ternak kroto	|Kuala Kapuas

cara lengkap ternak kroto |Kuala Kapuas

T 29 March 2013 F A rijal wafaudin

Cara praktis budidaya kroto telur atau kroto yang berwarna putih. Pada tempat atau sarang yang udah stabil, setelah itu kroto sanggup dipanen tiap tiap 15-20 hari. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak supaya populasi semutnya bertambah. Setidaknya... Selengkapnya

+ SIDEBAR