Beranda » Uncategorized » cara budidaya tomat dan cabai | Pati

cara budidaya tomat dan cabai | Pati

T Diposting oleh pada 30 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri punyai banyak faedah untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia beberapa tips yang kudu diperhatikan saat menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada sementara penanaman untuk hindari kerusakan akar di kemudian hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan didalam agar daun terendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar supaya air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat di dalam wadah sebabkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini berikan tanaman kelembaban yang diperlukan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk memelihara kelembapan tanah dan juga menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk mendukung tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan meletakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menghambat air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di awali saat buah tomat berdiameter kira-kira 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun anggota bawah. Ini menopang menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu menempatkan tomat di area yang cerah supaya membuatnya matang, tomat barangkali dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang prima untuk dipetik punyai tekstur keras dan warnanya amat merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia beberapa warna kuning tersisa di kurang lebih batangnya.
Jangan menempatkan tomat segar ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu dapat merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan kira-kira 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat mampu tumbuh bersama dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada termasuk yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih tipe tomat yang akan ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya amat mahal, kami dapat membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah memadai tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai mempunyai daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya ditunaikan di atas sarana yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara membuat fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih tempat persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk mengurangi efek tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas media persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan media supaya akar tidak putus dikala ditarik. Kedua, langkah putar yaitu mengambil alih tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah sarana persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlampau asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki susunan tanah. Dosisnya harus sesuai bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk dasar bersifat pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya persentase fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk basic kudu lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlalu berguna lebih-lebih pada musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat selalu bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang didalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, terlepas terutama dahulu wadahnya selanjutnya masukkan seluruh sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini terlampau rentan terhadap hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek rusaknya buah tomat masih tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut beberapa perawatan penting apabila kami hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. Penyulaman dijalankan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat kebanyakan dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, karena tanaman perlu berkompetisi didalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma terhitung menyebabkan hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dilaksanakan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun mesti langsung agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dilaksanakan bersama tangan. Namun jikalau batang sudah amat keras, sebaiknya manfaatkan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan setelah terlihat jumlah dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa takaran kalium tinggi terhadap selagi tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dilaksanakan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan terutama dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita sanggup beri tambahan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap keluar tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, bantuan urea dan KCl jangan sampai berkenaan tanaman sebab dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak perlu air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat sebabkan pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun dapat menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan mampu menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang dapat membawa dampak kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama kondisi cuaca. Bila curah hujan memadai relatif tidak mesti kembali penyiraman. Justru yang kudu diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dijalankan terhadap pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman supaya tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak lebih kurang 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini kemungkinan untuk menghindar luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar barangkali tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menghambat perkembangan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dijalankan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 supaya batang tomat tidak terluka sebab bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan sangat kuat supaya tidak menghindar pembesaran batang. Setelah itu, tiap tiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut sanggup disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, mengatur dengan lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya mengfungsikan pestisida yang alami. Silahkan lihat langkah memicu pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak dapat diberantas bersama dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida cuma sementara dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat senantiasa datang dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida barangkali efisien tetapi akan menimbulkan dampak lingkungan yang jelek dan termasuk menaikan ongkos produksi. Kalau pun harus menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk bersama bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh pakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, bantuan pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, manfaatkan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari sesudah tanam, terkait dari varietasnya. Penentuan selagi panen berdasarkan usia tanaman kadang selagi tidak efektif. Sebaiknya pakai pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen jikalau kulit buah beralih dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari gara-gara pada siang hari tanaman tetap laksanakan fotosintesis. Pada suasana demikian penguapan sedang tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan sanggup dilaksanakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah spesifik mampu mencapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara budidaya tomat dan cabai | Pati

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara budidaya tomat dan cabai | Pati

cara tanam tomat terbalik	 | Purbalingga

cara tanam tomat terbalik | Purbalingga

T 26 February 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

cara menanam bibit tomat yang baik	 | Purwokerto

cara menanam bibit tomat yang baik | Purwokerto

T 9 November 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

cara menanam tomat ungu	 | Klaten

cara menanam tomat ungu | Klaten

T 4 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR