Beranda » Uncategorized » cara budidaya tomat organik | Blora

cara budidaya tomat organik | Blora

T Diposting oleh pada 20 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 7 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punyai banyak fungsi untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang kudu diperhatikan pas menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat dengan jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu bersama tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap saat penanaman untuk menghindari rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan dalam sehingga daun terendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak benar-benar padar sehingga air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik di dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat di dalam wadah membawa dampak tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang diperlukan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk memelihara kelembapan tanah dan juga menekan perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk menunjang tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di awali ketika buah tomat berdiameter sekitar 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menunjang mencegah penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di daerah yang cerah agar membuatnya matang, tomat mungkin dapat membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik mempunyai tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan barangkali tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan tempatkan tomat fresh ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat sanggup tumbuh bersama dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada terhitung yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan model tomat yang bakal ditanam hendaknya mengatur dahulu bersama dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan bersama enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya terlampau mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam di dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dengan dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punya daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas media yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara mengakibatkan fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih sarana persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi dampak tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati selagi mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas fasilitas persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama air untuk melunakan fasilitas sehingga akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup bersama dengan tempat tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah amat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. kegunaan pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya wajib disesuaikan bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah sekitar satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor dapat ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk dasar mesti lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlampau berguna terlebih terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam terhadap mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, terlepas lebih-lebih dahulu wadahnya lantas masukkan seluruh fasilitas tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan sensitif dan kudu perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan pada hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek rusaknya buah tomat masih tinggi sekitar 20-50%. Berikut sebagian perawatan perlu andaikan kami hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman ditunaikan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat umumnya ditunaikan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, dikarenakan tanaman wajib bersaing dalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma termasuk mengakibatkan hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dijalankan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun wajib langsung supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilaksanakan dengan tangan. Namun seumpama batang udah benar-benar keras, sebaiknya menggunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman dapat dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilaksanakan setelah nampak jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai persentase kalium tinggi pada waktu tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dikerjakan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair kudu diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita bisa memberi tambahan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap usia lebih dari 4 minggu tanaman masih nampak kurang gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan hingga berkenaan tanaman gara-gara mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak benar-benar banyak membutuhkan air, namun jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat membawa dampak pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun bakal mencegah fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa membawa dampak pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama kondisi cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak mesti kembali penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dijalankan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir mempunyai tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menghambat luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga bisa saja tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menahan perkembangan dan menyebabkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat supaya tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa tipe hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut bisa disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, mengatur bersama lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya gunakan pestisida yang alami. Silahkan lihat cara memicu pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida hanya sementara dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan senantiasa berkunjung dan kemungkinan dapat lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida mungkin efektif tapi bakal mengundang efek lingkungan yang jelek dan juga menaikan biaya produksi. Kalau pun perlu manfaatkan pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh memanfaatkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan pada lain penentuan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari sehabis tanam, bergantung berasal dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya pakai pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen jika kulit buah berubah berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari karena terhadap siang hari tanaman tetap melaksanakan fotosintesis. Pada kondisi demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan sanggup dilaksanakan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya raih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah tertentu mampu menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara budidaya tomat organik | Blora

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara budidaya tomat organik | Blora

cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar	 | Rembang

cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Rembang

T 5 November 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

bagaimana cara menanam tomat di pot	 | Batang

bagaimana cara menanam tomat di pot | Batang

T 10 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

cara menanam tomat dari bibit	 | Brebes

cara menanam tomat dari bibit | Brebes

T 7 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

+ SIDEBAR