Beranda » Uncategorized » cara budidaya tomat yang benar | Purbalingga

cara budidaya tomat yang benar | Purbalingga

T Diposting oleh pada 2 January 2012
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak fungsi untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms berencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang mesti diperhatikan waktu menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak lebih kurang 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada kala penanaman untuk jauhi rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup di dalam sehingga daun paling rendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk mengurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar sehingga air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat didalam wadah mengakibatkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, jadi periksalah setiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang diperlukan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk mendukung tomat melalui masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan tempatkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghindar air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di awali dikala buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun bagian bawah. Ini menopang menghindar penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di tempat yang cerah agar membuatnya matang, tomat bisa saja dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan tempatkan tomat fresh ke dalam kulkas. Melakukan perihal itu dapat menyebabkan kerusakan rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat sanggup tumbuh bersama baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang sanggup ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan type tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat sanggup didapatkan bersama dengan ringan diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya benar-benar mahal, kita mampu membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah memadai tua ambil bijinya dan membersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam di dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga mempunyai daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas fasilitas yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah memicu tempat persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih tempat persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati waktu mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas tempat persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dijalankan bersama dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram bersama air untuk melunakan sarana sehingga akar tidak putus saat ditarik. Kedua, langkah putar yaitu menyita tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis fasilitas persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap-tiap polybag, tutup bersama media tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah termasuk untuk memperbaiki susunan tanah. Dosisnya mesti disesuaikan bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas bentuk bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah sekitar satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk basic berupa pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk basic harus lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan dengan mulsa terlampau bermanfaat khususnya terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas khususnya dahulu wadahnya lantas masukkan semua sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai peka dan mesti perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko rusaknya buah tomat tetap tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut sebagian perawatan mutlak jikalau kita hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman dikerjakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat kebanyakan dijalankan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan punya tujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, gara-gara tanaman kudu berkompetisi di dalam meraih nutrisi. Selain itu gulma terhitung menyebabkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dijalankan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun kudu segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dikerjakan bersama dengan tangan. Namun andaikata batang udah sangat keras, sebaiknya manfaatkan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa takaran kalium tinggi pada kala tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dilaksanakan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita mampu memberi tambahan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu memberikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman tetap terlihat tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan hingga berkenaan tanaman sebab sanggup melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak perlu air, tetapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat memicu pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan mencegah fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan bisa membawa dampak pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama suasana cuaca. Bila curah hujan memadai relatif tidak harus ulang penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu ditunaikan terhadap pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak kira-kira 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran dapat dibiarkan tegak berdiri sendiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk mencegah luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga kemungkinan tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat menghindar perkembangan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 agar batang tomat tidak terluka karena bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan sangat kuat sehingga tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa style hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya dapat disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida mesti bijak, mengatur dengan lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya mengfungsikan pestisida yang alami. Silahkan memandang langkah sebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak mampu diberantas bersama hanya mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida cuma pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap singgah dan bisa saja akan lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida mungkin efisien tapi bakal mengundang dampak lingkungan yang buruk dan terhitung menaikan cost produksi. Kalau pun kudu gunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh manfaatkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, bantuan pupuk berimbang, rotasi tanaman, menggunakan predator alami, pakai tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari sesudah tanam, tergantung berasal dari varietasnya. Penentuan kala panen berdasarkan umur tanaman kadang saat tidak efektif. Sebaiknya mengfungsikan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen seumpama kulit buah beralih berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dijalankan di pagi atau sore hari dikarenakan terhadap siang hari tanaman tetap melaksanakan fotosintesis. Pada suasana demikianlah penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan mampu dikerjakan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah spesifik bisa capai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara budidaya tomat yang benar | Purbalingga

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara budidaya tomat yang benar | Purbalingga

cara menanam tomat ungu	 | Klaten

cara menanam tomat ungu | Klaten

T 4 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat dari biji agar berbuah banyak	 | Purbalingga

cara menanam tomat dari biji agar berbuah banyak | Purbalingga

T 20 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Menanam Anggur Dengan Mudah

Cara Menanam Anggur Dengan Mudah

T 16 August 2011 F A rijal wafaudin

Cara Menanam Anggur Dengan Mudah – Anggur merupakan flora yang merambat, biasanya ditanam di kebun atau di greenhouse, namun ternyata flora ini juga sanggup ditanam di halaman rumah, sehingga memudahkan kita untuk menanam dan sanggup menikmati alhasil eksklusif dari depan... Selengkapnya

+ SIDEBAR