Beranda » Uncategorized » cara membuat bibit tomat dari buah | Kudus

cara membuat bibit tomat dari buah | Kudus

T Diposting oleh pada 13 September 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 3 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan bagian keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada beberapa tips yang mesti diperhatikan sementara menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat dengan jarak lebih kurang 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada sementara penanaman untuk menjauhkan rusaknya akar di lantas hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan di dalam agar daun terendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar agar air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik di dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat didalam wadah memicu tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan juga menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan mencegah air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, dimulai kala buah tomat berdiameter lebih kurang 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menolong mencegah penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu menempatkan tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat kemungkinan bakal membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik memiliki tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia beberapa warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan meletakkan tomat segar ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan type tomat yang dapat ditanam hendaknya mengatur dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama gampang diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kami sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik dari faktor ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan membersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam dalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punya daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dikerjakan di atas fasilitas yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah membuat sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih sarana persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas media persemaian bersama dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilaksanakan dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan sarana sehingga akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, cara putar yakni mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah fasilitas persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap tiap polybag, tutup bersama dengan sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya harus sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur lantas wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk dasar kudu lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan bersama mulsa terlampau berguna khususnya pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat selalu bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, lepas terutama dahulu wadahnya lantas masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk merawat kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan mesti perawatan yang intensif. Tanaman ini benar-benar rentan pada hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat tetap tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut beberapa perawatan penting andaikata kami hendak melaksanakan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dikerjakan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat biasanya ditunaikan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, karena tanaman kudu beradu didalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma terhitung mengakibatkan hama dan penyakit yang mampu menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dilakukan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun wajib langsung agar tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dilaksanakan bersama dengan tangan. Namun seumpama batang sudah terlalu keras, sebaiknya memakai pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman ditunaikan sehabis terlihat kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa kandungan kalium tinggi pada sementara tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu ditunaikan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan terutama dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami mampu memberi tambahan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu memberikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap nampak tidak cukup gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan hingga berkenaan tanaman sebab mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak butuh air, tetapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat mengakibatkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi bakal mencegah fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan bisa menyebabkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu membuat kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak harus ulang penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu ditunaikan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir memiliki tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran sanggup dibiarkan tegak berdiri sendiri atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menghambat luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya mungkin tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat mencegah pertumbuhan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilakukan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 agar batang tomat tidak terluka gara-gara bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlampau kuat agar tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap tiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa model hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya bisa disemprot bersama pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, menyesuaikan bersama dengan lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan lihat cara membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak bisa diberantas bersama dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida cuma saat dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat tetap datang dan bisa saja dapat lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida barangkali efisien tetapi dapat menimbulkan dampak lingkungan yang jelek dan termasuk menaikan cost produksi. Kalau pun mesti menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk dengan bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh memanfaatkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang perlu diperhatikan pada lain penentuan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, gunakan predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sesudah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan umur tanaman kadang saat tidak efektif. Sebaiknya pakai pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen misalnya kulit buah berubah dari hijau jadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari dikarenakan terhadap siang hari tanaman tetap melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan bisa dilaksanakan tiap tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah khusus sanggup raih 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara membuat bibit tomat dari buah | Kudus

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara membuat bibit tomat dari buah | Kudus

cara menanam tomat ijo	 | Kendal

cara menanam tomat ijo | Kendal

T 21 May 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

cara tanam tomat musim kemarau	 | Jepara

cara tanam tomat musim kemarau | Jepara

T 30 July 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat hidroponik sederhana	 | Karanganyar

cara menanam tomat hidroponik sederhana | Karanganyar

T 25 October 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR