Beranda » Uncategorized » cara menanam bibit tomat di pot | Purwokerto

cara menanam bibit tomat di pot | Purwokerto

T Diposting oleh pada 6 August 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak fungsi untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia sebagian tips yang mesti diperhatikan saat menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam sinar matahari tiap tiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak kira-kira 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap sementara penanaman untuk hindari rusaknya akar di lantas hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup dalam supaya daun paling rendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak benar-benar padar agar air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik didalam pot.
Tempatkan pot di tempat yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat didalam wadah membawa dampak tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang diperlukan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk merawat kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk mendukung tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan letakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menghambat air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, diawali ketika buah tomat berdiameter lebih kurang 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun bagian bawah. Ini menopang menahan penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di daerah yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan bakal membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang prima untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan bisa saja ada lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan meletakkan tomat fresh ke dalam kulkas. Melakukan hal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat sanggup tumbuh bersama dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang sanggup ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat mampu didapatkan bersama enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kami dapat membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari aspek ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan membersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam didalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian jalankan seleksi sekali ulang terhadap biji tomat, menentukan yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai miliki daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dilaksanakan di atas tempat yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah memicu sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi dampak tanaman stres kala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati kala mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas sarana persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dijalankan bersama dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama air untuk melunakan tempat agar akar tidak putus kala ditarik. Kedua, langkah putar yaitu mengambil alih tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis tempat persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. fungsi pengapuran tak hanya menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya harus sesuai bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berwujud pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya persentase fosfor dapat ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk basic mesti lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa amat berguna terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam terhadap mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, terlepas lebih-lebih dahulu wadahnya selanjutnya masukkan semua fasilitas tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai sensitif dan harus perawatan yang intensif. Tanaman ini amat rentan terhadap hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak kerusakan buah tomat tetap tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan penting jika kami hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dikerjakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat kebanyakan dijalankan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, dikarenakan tanaman kudu bersaing didalam mendapatkan nutrisi. Selain itu gulma terhitung menyebabkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat ditunaikan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun mesti langsung agar tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda dapat dilaksanakan bersama dengan tangan. Namun misalnya batang udah amat keras, sebaiknya menggunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman dapat dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan sehabis muncul kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa persentase kalium tinggi pada kala tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dijalankan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair kudu diencerkan lebih-lebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita dapat memberi tambahan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu memberikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih nampak tidak cukup gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan hingga tentang tanaman sebab bisa melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak benar-benar banyak butuh air, tetapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat menyebabkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi akan mencegah fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan sanggup memicu pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu membawa dampak kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak perlu kembali penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu dilakukan terhadap pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir mempunyai tujuan sebagai daerah mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini kemungkinan untuk menahan luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga mungkin tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa menghambat pertumbuhan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran ditunaikan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 supaya batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlampau kuat supaya tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap tiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa type hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut bisa disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida perlu bijak, menyesuaikan bersama dengan lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi ditujukan untuk pasar organik, hendaknya manfaatkan pestisida yang alami. Silahkan melihat langkah membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak sanggup diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya kala dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit bakal senantiasa mampir dan barangkali bakal lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida barangkali efisien tapi dapat menyebabkan efek lingkungan yang buruk dan juga menaikan biaya produksi. Kalau pun kudu memakai pestisida sebaiknya berganti-ganti brand bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh memakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti dilaksanakan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, perlindungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sesudah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan umur tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dijalankan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman masih lakukan fotosintesis. Pada suasana demikian penguapan tengah tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan mampu dilakukan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara kebanyakan raih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam bibit tomat di pot | Purwokerto

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam bibit tomat di pot | Purwokerto

cara budidaya tomat di pot	 | Slawi

cara budidaya tomat di pot | Slawi

T 22 May 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

Cara Menanam Bawang Merah Yang Tepat

Cara Menanam Bawang Merah Yang Tepat

T 27 August 2011 F A rijal wafaudin

Bawang merah merupakan salahsatu flora hortikultura dengan nama latin “Allium Cepa”. Tanaman ini sangat potensial sekali dan akan menjadi flora dengan nilai hemat yang cukup besar jikalau menanamnya sanggup diubahsuaikan dengan nilai pasar. Biasanya harga bawang merah akan melonjak naik... Selengkapnya

bagaimana cara menanam tomat di pot	 | Purwodadi

bagaimana cara menanam tomat di pot | Purwodadi

T 6 July 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

+ SIDEBAR