Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat agar berbuah banyak | Kajen

cara menanam tomat agar berbuah banyak | Kajen

T Diposting oleh pada 15 September 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri miliki banyak fungsi untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan anggota keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia lebih dari satu tips yang perlu diperhatikan kala menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari tiap tiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu bersama dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap kala penanaman untuk menjauhkan kerusakan akar di sesudah itu hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan dalam agar daun terendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak amat padar sehingga air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat di dalam wadah menyebabkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk merawat kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan tempatkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, diawali saat buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun bagian bawah. Ini mendukung menahan penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum saat keluar matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di daerah yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat bisa saja akan membusuk sebelum matang.
Tomat yang prima untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan mungkin ada sebagian warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan meletakkan tomat fresh ke dalam kulkas. Melakukan perihal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat mampu tumbuh dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada termasuk yang dapat ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan type tomat yang bakal ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu bersama dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan ringan diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya sangat mahal, kita mampu membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari faktor ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali kembali pada biji tomat, pilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dengan dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga mempunyai daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya ditunaikan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah mengakibatkan fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi efek tanaman stres dikala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati kala mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, membuat larikan (garis) diatas fasilitas persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama air untuk melunakan tempat supaya akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, cara putar yakni menyita tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah sarana persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan media tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlampau asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. fungsi pengapuran tak hanya menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya harus sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic bersifat pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kadar fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk dasar kudu lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlampau berfaedah terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selalu bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum saat ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, terlepas lebih-lebih dahulu wadahnya lalu masukkan semua fasilitas tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk merawat kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan harus perawatan yang intensif. Tanaman ini benar-benar rentan pada hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat masih tinggi kira-kira 20-50%. Berikut beberapa perawatan perlu seandainya kita hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dilaksanakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat kebanyakan dikerjakan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan punya tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, gara-gara tanaman perlu beradu didalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma termasuk menyebabkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dilaksanakan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun wajib langsung supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dilaksanakan bersama dengan tangan. Namun sekiranya batang sudah amat keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan sesudah keluar jumlah dompolan buah kurang lebih 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa kadar kalium tinggi pada sementara tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup ditunaikan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair mesti diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita mampu mengimbuhkan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu memberikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman tetap terlihat tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pertolongan urea dan KCl jangan sampai tentang tanaman karena mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlalu banyak butuh air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat mengakibatkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun dapat menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan mampu menyebabkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak perlu ulang penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan terhadap pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran sanggup dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menghambat luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya mungkin tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menghambat pertumbuhan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang tomat tidak terluka karena bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat agar tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa model hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut bisa disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, sesuaikan bersama lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya memanfaatkan pestisida yang alami. Silahkan melihat langkah sebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak bisa diberantas bersama cuma mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya saat dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat selamanya mampir dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida barangkali efektif namun akan mengundang pengaruh lingkungan yang tidak baik dan termasuk menaikan cost produksi. Kalau pun wajib manfaatkan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh mengfungsikan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang kudu diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, pakai predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari sesudah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan saat panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen kalau kulit buah beralih berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dijalankan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tanaman masih melaksanakan fotosintesis. Pada situasi demikian penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan mampu dilaksanakan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara kebanyakan mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah khusus mampu capai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat agar berbuah banyak | Kajen

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat agar berbuah banyak | Kajen

cara menanam tomat beserta gambarnya	 | Purworejo

cara menanam tomat beserta gambarnya | Purworejo

T 10 June 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat dalam pot terbalik	 | Purwokerto

cara menanam tomat dalam pot terbalik | Purwokerto

T 21 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

cara menanam tomat agar cepat berbuah	 | Pemalang

cara menanam tomat agar cepat berbuah | Pemalang

T 16 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR