Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat agar berbuah lebat dan besar | Demak

cara menanam tomat agar berbuah lebat dan besar | Demak

T Diposting oleh pada 28 August 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak fungsi untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan bagian keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang mesti diperhatikan pas menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat dengan jarak kira-kira 60 cm pada tanaman satu bersama tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada saat penanaman untuk menjauhi rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan dalam agar daun paling rendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar supaya air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat dalam wadah mengakibatkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk melindungi kelembaban tanah serta menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan meletakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menghambat air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, di mulai disaat buah tomat berdiameter kira-kira 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini mendukung menghambat penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di daerah yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat kemungkinan dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan barangkali tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan meletakkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan hal itu mampu merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat mampu tumbuh dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada terhitung yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih style tomat yang dapat ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat sanggup didapatkan bersama dengan gampang diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlampau mahal, kami mampu membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari faktor ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam didalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian jalankan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga punyai daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas tempat yang terpisah bersama dengan penanaman masal. Lihat langkah membawa dampak tempat persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk mengurangi dampak tanaman stres dikala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati pas mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas sarana persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilakukan bersama dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram dengan air untuk melunakan tempat agar akar tidak putus saat ditarik. Kedua, langkah putar yaitu menyita tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis fasilitas persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah benar-benar asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. fungsi pengapuran selain menaikan pH tanah termasuk untuk memperbaiki susunan tanah. Dosisnya perlu sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kadar fosfor dapat ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk basic harus lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlampau berfungsi lebih-lebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam terhadap mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang didalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas khususnya dahulu wadahnya lantas masukkan semua sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai sensitif dan harus perawatan yang intensif. Tanaman ini terlampau rentan pada hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat tetap tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan mutlak apabila kami hendak laksanakan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman dilakukan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat kebanyakan dikerjakan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, sebab tanaman harus bersaing di dalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma juga mengakibatkan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dikerjakan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun kudu segera supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dijalankan bersama tangan. Namun seumpama batang udah amat keras, sebaiknya menggunakan pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman ditunaikan sesudah muncul kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa kandungan kalium tinggi pada pas tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan dapat dikerjakan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita sanggup memberikan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah usia 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap terlihat tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan hingga mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak membutuhkan air, namun jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat sebabkan pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi bakal menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan dapat mengakibatkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa membawa dampak kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak wajib kembali penyiraman. Justru yang wajib diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dikerjakan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman supaya tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini kemungkinan untuk mencegah luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga bisa saja tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa menghambat perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya bersifat angka 8 agar batang tomat tidak terluka sebab bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat supaya tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa tipe hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut mampu disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, sesuaikan bersama lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya gunakan pestisida yang alami. Silahkan melihat cara mengakibatkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak sanggup diberantas bersama cuma mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida cuma pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan senantiasa singgah dan bisa saja bakal lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida bisa saja efisien tetapi bakal mengakibatkan efek lingkungan yang tidak baik dan termasuk menaikan ongkos produksi. Kalau pun mesti menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang perlu diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, perlindungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari sesudah tanam, terkait berasal dari varietasnya. Penentuan kala panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya mengfungsikan pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen jika kulit buah beralih dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dikerjakan di pagi atau sore hari gara-gara terhadap siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada kondisi demikianlah penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan dapat dikerjakan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah khusus dapat capai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat agar berbuah lebat dan besar | Demak

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat agar berbuah lebat dan besar | Demak

bagaimana cara menanam tomat yang baik	 | Wonogiri

bagaimana cara menanam tomat yang baik | Wonogiri

T 18 September 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat dari biji tomat	 | Sragen

cara menanam tomat dari biji tomat | Sragen

T 12 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat servo di musim hujan	 | Mungkid

cara menanam tomat servo di musim hujan | Mungkid

T 14 January 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR