Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat ceri di polybag | Purworejo

cara menanam tomat ceri di polybag | Purworejo

T Diposting oleh pada 16 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri miliki banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan bagian keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada beberapa tips yang harus diperhatikan pas menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak sekitar 60 cm pada tanaman satu bersama dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada sementara penanaman untuk jauhi rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup dalam supaya daun terendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk kurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak amat padar supaya air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik didalam pot.
Tempatkan pot di tempat yang cerah dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat dalam wadah mengakibatkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap-tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk merawat kelembapan tanah dan juga menekan perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk menolong tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghambat air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di mulai disaat buah tomat berdiameter lebih kurang 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun anggota bawah. Ini menunjang menghambat penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum akan terlihat matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di daerah yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di tempat yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan bakal membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang prima untuk dipetik memiliki tekstur keras dan warnanya amat merah, berapapun ukurannya, dan bisa saja ada sebagian warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan tempatkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan perihal itu dapat menyebabkan kerusakan rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang sanggup ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu bersama dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlampau mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian laksanakan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punya daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dilaksanakan di atas sarana yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara mengakibatkan fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih fasilitas persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi efek tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati kala mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan lebih kurang 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas tempat persemaian bersama dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram dengan air untuk melunakan tempat agar akar tidak putus saat ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil alih tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis media persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap-tiap polybag, tutup bersama dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau melepaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran selain menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya harus disesuaikan bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur lantas bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah lebih kurang satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk dasar berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk basic wajib lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlampau berguna khususnya pada musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, terlepas khususnya dahulu wadahnya lalu masukkan semua tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan harus perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan terhadap hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko kerusakan buah tomat tetap tinggi sekitar 20-50%. Berikut sebagian perawatan penting misalnya kami hendak melaksanakan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dijalankan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan didalam budidaya tomat umumnya dikerjakan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, dikarenakan tanaman kudu berkompetisi didalam mendapatkan nutrisi. Selain itu gulma terhitung menimbulkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat ditunaikan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun perlu langsung supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dilaksanakan dengan tangan. Namun seandainya batang sudah sangat keras, sebaiknya memanfaatkan pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan setelah terlihat jumlah dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kadar kalium tinggi pada waktu tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair wajib diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami dapat beri tambahan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap usia satu minggu memberikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis umur 2-3 minggu memberikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena bisa melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak amat banyak perlu air, namun jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat sebabkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi dapat menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan sanggup memicu pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang dapat mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama suasana cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak mesti lagi penyiraman. Justru yang mesti diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu dijalankan terhadap pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir memiliki tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran dapat dibiarkan tegak berdiri sendiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menahan luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar kemungkinan tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa mencegah perkembangan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran ditunaikan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat agar tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa type hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya bisa disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida perlu bijak, mengatur dengan lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan melihat langkah membuat pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena kegunaan pestisida hanya selagi dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat selamanya berkunjung dan kemungkinan bakal lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida mungkin efisien tapi dapat mengundang efek lingkungan yang tidak baik dan juga menaikan ongkos produksi. Kalau pun perlu menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh menggunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT wajib dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang wajib diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, perlindungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, memakai tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sesudah tanam, terkait dari varietasnya. Penentuan sementara panen berdasarkan umur tanaman kadang selagi tidak efektif. Sebaiknya pakai pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen sekiranya kulit buah beralih berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dikerjakan di pagi atau sore hari sebab terhadap siang hari tanaman masih jalankan fotosintesis. Pada situasi demikian penguapan tengah tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan bisa dilaksanakan tiap tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah spesifik sanggup menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat ceri di polybag | Purworejo

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat ceri di polybag | Purworejo

cara tanam tomat musim kemarau	 | Rembang

cara tanam tomat musim kemarau | Rembang

T 3 September 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu	 | Wonogiri

cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu | Wonogiri

T 8 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

menanam tomat dari buah	 | Kendal

menanam tomat dari buah | Kendal

T 14 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR