Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat dalam pot | Demak

cara menanam tomat dalam pot | Demak

T Diposting oleh pada 22 September 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri punya banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan anggota keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia lebih dari satu tips yang kudu diperhatikan kala menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan dengan cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam sinar matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada saat penanaman untuk menjauhkan rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan di dalam sehingga daun paling rendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak benar-benar padar sehingga air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat didalam wadah sebabkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk melewati hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan juga menekan perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk menopang tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan menghindar air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di mulai ketika buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun bagian bawah. Ini menopang menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan terlihat matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu menempatkan tomat di area yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan dapat membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya amat merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia beberapa warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan menempatkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan perihal itu dapat mengakibatkan kerusakan rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh bersama dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya sesuai di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang dapat ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan jenis tomat yang bakal ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama ringan diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya amat mahal, kita mampu membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam didalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian melakukan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punya daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas sarana yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat cara menyebabkan sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi resiko tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, membuat larikan (garis) diatas media persemaian bersama dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dijalankan bersama dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama air untuk melunakan fasilitas supaya akar tidak putus kala ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil alih tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah sarana persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup bersama fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. fungsi pengapuran tak hanya menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya wajib disesuaikan bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic berbentuk pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic kudu lebih banyak, lebih kurang 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama mulsa terlalu berfungsi khususnya terhadap musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas terlebih dahulu wadahnya selanjutnya masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup peka dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan pada hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak kerusakan buah tomat tetap tinggi kira-kira 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan penting seumpama kita hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman ditunaikan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat biasanya dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan punya tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, gara-gara tanaman kudu beradu dalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma termasuk mengundang hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dijalankan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dilakukan bersama dengan tangan. Namun andaikata batang telah terlampau keras, sebaiknya mengfungsikan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan setelah nampak jumlah dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai takaran kalium tinggi terhadap selagi tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa dikerjakan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis usia 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pertolongan urea dan KCl jangan sampai berkenaan tanaman sebab dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak memerlukan air, tapi jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat membawa dampak pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi dapat menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan dapat mengakibatkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan situasi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak kudu lagi penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir mempunyai tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak lebih kurang 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menahan luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar barangkali tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat menahan perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat supaya tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut sanggup disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, mengatur dengan lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya mengfungsikan pestisida yang alami. Silahkan lihat langkah memicu pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak sanggup diberantas bersama hanya mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida hanya pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat tetap berkunjung dan mungkin dapat lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida mungkin efisien tapi bakal mengundang pengaruh lingkungan yang tidak baik dan juga menaikan cost produksi. Kalau pun perlu mengfungsikan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang perlu diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, menggunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru sanggup dipanen 60-100 hari setelah tanam, terkait berasal dari varietasnya. Penentuan waktu panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya memanfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen jika kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman tetap melaksanakan fotosintesis. Pada suasana demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan mampu dikerjakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah khusus sanggup meraih 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat dalam pot | Demak

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat dalam pot | Demak

cara bibit tomat dari biji	 | Kebumen

cara bibit tomat dari biji | Kebumen

T 26 January 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

cara menanam tomat dengan teknik hidroponik	 | Mungkid

cara menanam tomat dengan teknik hidroponik | Mungkid

T 11 January 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat kerdil	 | Jepara

cara menanam tomat kerdil | Jepara

T 3 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR