Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat dengan hidroponik | Pemalang

cara menanam tomat dengan hidroponik | Pemalang

T Diposting oleh pada 18 October 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan anggota keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap kala penanaman untuk menghindari kerusakan akar di kemudian hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar memadai dalam supaya daun terendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar supaya air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat didalam wadah membawa dampak tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang diperlukan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk memelihara kelembapan tanah serta menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan menempatkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, di awali saat buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menopang menahan penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum terlihat matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat bisa saja akan membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya amat merah, berapapun ukurannya, dan mungkin ada beberapa warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan menempatkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan perihal itu mampu mengakibatkan kerusakan rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih jenis tomat yang dapat ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan bersama dengan enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya benar-benar mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam dalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian melakukan seleksi sekali lagi pada biji tomat, menentukan yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga punya daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat cara memicu media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi dampak tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda pilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa ditunaikan bersama dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan tempat supaya akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, langkah putar yaitu mengambil tanaman bersama tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis tempat persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap tiap polybag, tutup dengan media tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah amat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. kegunaan pengapuran tak sekedar menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya kudu sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas wujud bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic bersifat pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya persentase fosfor mampu ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic wajib lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan dengan mulsa terlalu bermanfaat terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam pada mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, terlepas terutama dahulu wadahnya lalu masukkan semua tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan kudu perawatan yang intensif. Tanaman ini terlampau rentan terhadap hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat tetap tinggi kira-kira 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan penting apabila kami hendak jalankan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfaedah untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dikerjakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat biasanya ditunaikan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan sanggup lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, dikarenakan tanaman wajib berkompetisi didalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma terhitung mengundang hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dikerjakan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun wajib langsung sehingga tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa ditunaikan bersama dengan tangan. Namun seandainya batang telah amat keras, sebaiknya manfaatkan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman ditunaikan sehabis terlihat kuantitas dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa persentase kalium tinggi terhadap sementara tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa ditunaikan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair wajib diencerkan lebih-lebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami mampu beri tambahan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap usia satu minggu memberikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap nampak tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pertolongan urea dan KCl jangan hingga perihal tanaman gara-gara sanggup melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak amat banyak perlu air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi dapat menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa membuat pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup memicu kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak harus kembali penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dilaksanakan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir memiliki tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak lebih kurang 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung bermanfaat untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini mungkin untuk menghindar luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar barangkali tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran mampu mencegah perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya bersifat angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat sehingga tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa style hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut mampu disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida wajib bijak, menyesuaikan dengan lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan memandang cara membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak sanggup diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida cuma selagi dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan selalu berkunjung dan bisa saja bakal lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida barangkali efisien namun dapat mengakibatkan pengaruh lingkungan yang tidak baik dan terhitung menaikan ongkos produksi. Kalau pun perlu menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk bersama bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh menggunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan antara lain penentuan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pertolongan pupuk berimbang, rotasi tanaman, menggunakan predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari setelah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan sementara panen berdasarkan usia tanaman kadang waktu tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen seandainya kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dikerjakan di pagi atau sore hari karena terhadap siang hari tanaman tetap lakukan fotosintesis. Pada kondisi demikian penguapan tengah tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan sanggup ditunaikan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah khusus sanggup menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat dengan hidroponik | Pemalang

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat dengan hidroponik | Pemalang

cara budidaya tomat apel	 | Karanganyar

cara budidaya tomat apel | Karanganyar

T 10 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara tanam tomat aquaponik	 | Kajen

cara tanam tomat aquaponik | Kajen

T 9 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara merawat tanaman tomat di polybag	 | Jepara

cara merawat tanaman tomat di polybag | Jepara

T 5 June 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR