Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat di pot rumah | Purbalingga

cara menanam tomat di pot rumah | Purbalingga

T Diposting oleh pada 21 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang wajib diperhatikan waktu menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam sinar matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu bersama dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap saat penanaman untuk menjauhi kerusakan akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup di dalam supaya daun terendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar supaya air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat didalam wadah sebabkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk melindungi kelembapan tanah serta menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menopang tomat lewat masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan menempatkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan menghindar air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, dimulai ketika buah tomat berdiameter kira-kira 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini mendukung menghambat penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum nampak matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di tempat yang cerah supaya membuatnya matang, tomat kemungkinan dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang prima untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya sangat merah, berapapun ukurannya, dan bisa saja tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan menempatkan tomat fresh ke di dalam kulkas. Melakukan hal itu sanggup merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat mampu tumbuh bersama baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada terhitung yang dapat ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih tipe tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan gampang diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya amat mahal, kami dapat membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari faktor ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah memadai tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam didalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian laksanakan seleksi sekali kembali pada biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga punyai daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya dikerjakan di atas fasilitas yang terpisah bersama dengan penanaman masal. Lihat cara memicu fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan sarana persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi dampak tanaman stres dikala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati waktu mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram dengan air untuk melunakan fasilitas supaya akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, cara putar yaitu menyita tanaman bersama tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis tempat persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap-tiap polybag, tutup bersama tempat tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan struktur tanah. Dosisnya kudu sesuai bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur sesudah itu bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah lebih kurang satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk basic berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor dapat ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk basic perlu lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa sangat berguna terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum saat ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, lepas khususnya dahulu wadahnya lalu masukkan semua sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan kudu perawatan yang intensif. Tanaman ini amat rentan pada hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko rusaknya buah tomat masih tinggi sekitar 20-50%. Berikut beberapa perawatan perlu sekiranya kita hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. Penyulaman dilaksanakan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat umumnya ditunaikan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, karena tanaman wajib berkompetisi di dalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma termasuk menyebabkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dikerjakan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun mesti segera supaya tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dilakukan bersama dengan tangan. Namun sekiranya batang sudah amat keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilaksanakan setelah terlihat kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai persentase kalium tinggi pada sementara tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dikerjakan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami dapat beri tambahan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap usia satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap umur lebih dari 4 minggu tanaman tetap terlihat kurang gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan hingga perihal tanaman sebab dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak benar-benar banyak memerlukan air, namun jangan hingga kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat menyebabkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi dapat menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan mampu memicu pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa membawa dampak kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama keadaan cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak kudu kembali penyiraman. Justru yang mesti diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan terhadap pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kurang lebih 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran sanggup dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menahan luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga barangkali tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat mencegah perkembangan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka karena bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlampau kuat supaya tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa type hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut dapat disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, sesuaikan bersama dengan lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya memakai pestisida yang alami. Silahkan melihat cara membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak bisa diberantas dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida cuma kala dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit dapat senantiasa berkunjung dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida mungkin efektif tapi akan menyebabkan dampak lingkungan yang buruk dan juga menaikan cost produksi. Kalau pun harus gunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh menggunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan pada lain penentuan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pertolongan pupuk berimbang, rotasi tanaman, gunakan predator alami, pakai tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari sesudah tanam, terkait berasal dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan usia tanaman kadang pas tidak efektif. Sebaiknya memakai pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen jikalau kulit buah beralih berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dikerjakan di pagi atau sore hari karena terhadap siang hari tanaman masih laksanakan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan tengah tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan dapat dikerjakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah tertentu sanggup raih 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat di pot rumah | Purbalingga

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat di pot rumah | Purbalingga

cara agar tanaman tomat berbuah lebat	 | Temanggung

cara agar tanaman tomat berbuah lebat | Temanggung

T 24 June 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara budidaya tomat kecil	 | Temanggung

cara budidaya tomat kecil | Temanggung

T 8 February 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

cara tanam tomat tanpa mulsa	 | Wonosobo

cara tanam tomat tanpa mulsa | Wonosobo

T 30 September 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR