Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu | Mungkid

cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu | Mungkid

T Diposting oleh pada 8 July 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang mesti diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak kira-kira 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada kala penanaman untuk menjauhi rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan di dalam agar daun terendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar sehingga air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik didalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat didalam wadah mengakibatkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini berikan tanaman kelembapan yang diperlukan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembapan tanah dan juga menekan perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk menopang tomat melalui masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan meletakkan satu di samping setiap tanaman. Batuan mencegah air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, di awali dikala buah tomat berdiameter sekitar 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini membantu menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum nampak matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di daerah yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di daerah yang cerah sehingga membuatnya matang, tomat kemungkinan akan membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan meletakkan tomat fresh ke didalam kulkas. Melakukan perihal itu sanggup merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tekhnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat dapat tumbuh bersama baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada termasuk yang dapat ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih model tomat yang akan ditanam hendaknya mengatur dahulu bersama dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan bersama enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kami bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam di dalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga mempunyai daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas fasilitas yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah membuat sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih tempat persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi efek tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati pas mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dijalankan bersama dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan fasilitas agar akar tidak putus saat ditarik. Kedua, cara putar yakni mengambil alih tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. kegunaan pengapuran tak sekedar menaikan pH tanah terhitung untuk memperbaiki susunan tanah. Dosisnya mesti sesuai dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur sesudah itu wujud bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk basic bersifat pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic harus lebih banyak, lebih kurang 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa amat berguna terutama terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah selama satu minggu sebelum saat ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya lantas masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek rusaknya buah tomat tetap tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut beberapa perawatan mutlak jikalau kita hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman dilaksanakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang nampak tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat biasanya dilakukan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, gara-gara tanaman wajib berkompetisi di dalam mendapatkan nutrisi. Selain itu gulma terhitung menyebabkan hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dijalankan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun perlu langsung supaya tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dijalankan bersama dengan tangan. Namun apabila batang sudah terlalu keras, sebaiknya mengfungsikan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan sehabis keluar kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa persentase kalium tinggi terhadap sementara tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa dilaksanakan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita sanggup memberikan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis usia 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap keluar kurang gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan hingga mengenai tanaman sebab mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlalu banyak memerlukan air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat menyebabkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi akan menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan bisa sebabkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang dapat sebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan suasana cuaca. Bila curah hujan memadai relatif tidak wajib kembali penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini mungkin untuk menghindar luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar mungkin tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran mampu menghindar pertumbuhan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dijalankan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 agar batang tomat tidak terluka sebab bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan sangat kuat supaya tidak menghindar pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut mampu disemprot bersama pestisida. Penggunaan pestisida mesti bijak, sesuaikan dengan lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi ditujukan untuk pasar organik, hendaknya memakai pestisida yang alami. Silahkan memandang langkah membawa dampak pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak bisa diberantas bersama cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida hanya pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit bakal tetap berkunjung dan barangkali bakal lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida barangkali efektif tetapi akan menyebabkan dampak lingkungan yang buruk dan juga menaikan biaya produksi. Kalau pun harus memakai pestisida sebaiknya berganti-ganti merek dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh pakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu dikerjakan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang kudu diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pertolongan pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, pakai tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sehabis tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya manfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen apabila kulit buah beralih berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari sebab terhadap siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan mampu dikerjakan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara biasanya mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah khusus dapat raih 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu | Mungkid

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat hidroponik sistem sumbu | Mungkid

cara menanam tomat rewako	 | Jepara

cara menanam tomat rewako | Jepara

T 3 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat buah	 | Wonogiri

cara menanam tomat buah | Wonogiri

T 17 October 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tanaman tomat di polybag	 | Temanggung

cara menanam tanaman tomat di polybag | Temanggung

T 6 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR