Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat musim hujan | Blora

cara menanam tomat musim hujan | Blora

T Diposting oleh pada 8 November 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri punyai banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia lebih dari satu tips yang mesti diperhatikan waktu menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam sinar matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak kurang lebih 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada saat penanaman untuk jauhi kerusakan akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan di dalam sehingga daun terendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak benar-benar padar supaya air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik di dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat dalam wadah sebabkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melewati hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan juga menekan perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sehabis tomat ditanam.
Untuk mendukung tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, di awali disaat buah tomat berdiameter lebih kurang 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun bagian bawah. Ini menunjang mencegah penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh sepanjang mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan muncul matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di area yang cerah agar membuatnya matang, tomat barangkali akan membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik memiliki tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia sebagian warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan letakkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan perihal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan kira-kira 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat sanggup tumbuh bersama baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya sesuai di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih jenis tomat yang bakal ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama gampang diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya amat mahal, kami sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari faktor ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam didalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilaksanakan di atas tempat yang terpisah bersama dengan penanaman masal. Lihat langkah membuat media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih tempat persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi resiko tanaman stres saat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda pilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati pas mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas sarana persemaian bersama dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilaksanakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum benih dicabut siram dengan air untuk melunakan fasilitas sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, langkah putar yakni menyita tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah tempat persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup bersama media tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlampau asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran tak hanya menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya wajib disesuaikan bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah lebih kurang satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic berbentuk pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kadar fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk dasar wajib lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan dengan mulsa amat bermanfaat terutama pada musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selalu bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya lantas masukkan seluruh fasilitas tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai sensitif dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini amat rentan pada hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko rusaknya buah tomat masih tinggi kira-kira 20-50%. Berikut beberapa perawatan perlu andaikata kami hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dikerjakan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang nampak tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat umumnya dijalankan 3-4 kali sepanjang musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan sanggup lebih jarang lagi. Penyiangan mempunyai tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, karena tanaman wajib berkompetisi dalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma juga mengakibatkan hama dan penyakit yang mampu menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat ditunaikan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun wajib segera supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan bersama dengan tangan. Namun jika batang telah terlalu keras, sebaiknya pakai pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan sehabis muncul jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa takaran kalium tinggi pada pas tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dijalankan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair kudu diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita dapat memberi tambahan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2-3 minggu memberikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih keluar tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak butuh air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat menyebabkan pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi dapat menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan dapat menyebabkan pecah-pecah terhadap buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak perlu lagi penyiraman. Justru yang wajib diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dikerjakan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman supaya tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menahan luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar kemungkinan tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat mencegah perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran dilakukan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya bersifat angka 8 supaya batang tomat tidak terluka gara-gara bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat sehingga tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa model hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya dapat disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, mengatur dengan lingkungan kurang lebih (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya mengfungsikan pestisida yang alami. Silahkan menyaksikan cara membuat pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena kegunaan pestisida cuma pas dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan selalu singgah dan kemungkinan akan lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida kemungkinan efektif tetapi bakal mengakibatkan dampak lingkungan yang jelek dan termasuk menaikan biaya produksi. Kalau pun harus gunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh memakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang wajib diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, bantuan pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, manfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan waktu panen berdasarkan usia tanaman kadang waktu tidak efektif. Sebaiknya manfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen jika kulit buah berubah berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari gara-gara pada siang hari tanaman tetap jalankan fotosintesis. Pada suasana demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan dapat dijalankan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara kebanyakan raih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah khusus bisa capai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat musim hujan | Blora

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat musim hujan | Blora

cara menanam tomat ceri	 | Sragen

cara menanam tomat ceri | Sragen

T 10 January 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Menciptakan Pupuk Kompos Organik Dengan Mudah

Cara Menciptakan Pupuk Kompos Organik Dengan Mudah

T 12 September 2011 F A rijal wafaudin

Cara Membuat Pupuk Kompos Organik Dengan Mudah – Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik menyerupai jerami, dedaunan, dan kotoran binatang yang mengalami proses dekomposisi atau pelapukan terlebih dahulu. Cara Pembuatan pupuk organik sangat gampang dan dapat... Selengkapnya

cara menanam tomat dengan hidroponik	 | Sukoharjo

cara menanam tomat dengan hidroponik | Sukoharjo

T 17 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR