Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat secara organik | Purwokerto

cara menanam tomat secara organik | Purwokerto

T Diposting oleh pada 30 November 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri memiliki banyak faedah untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang kudu diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam sinar matahari tiap-tiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak kira-kira 60 cm antara tanaman satu bersama dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap kala penanaman untuk hindari rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar memadai dalam sehingga daun terendah terletak pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk mengurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar sehingga air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat di dalam wadah mengakibatkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap-tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang diperlukan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembapan tanah serta menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan meletakkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghambat air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, di mulai kala buah tomat berdiameter sekitar 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menopang mencegah penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang sudah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum saat nampak matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di area yang cerah supaya membuatnya matang, tomat bisa saja akan membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan mungkin ada lebih dari satu warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan tempatkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan hal itu sanggup menyebabkan kerusakan rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh bersama dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang bakal ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat mampu didapatkan dengan ringan diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya amat mahal, kami bisa membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam didalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga punya daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya dilaksanakan di atas tempat yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat langkah membawa dampak media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih media persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi resiko tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati waktu mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas sarana persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa ditunaikan bersama dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan tempat supaya akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, cara putar yaitu mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah media persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap tiap polybag, tutup bersama sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau membiarkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah benar-benar asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. kegunaan pengapuran tak sekedar menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya wajib sesuai dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 mtr. dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah sekitar satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kadar fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic harus lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan bersama mulsa benar-benar bermanfaat lebih-lebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum saat ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang didalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, lepas khususnya dahulu wadahnya lantas masukkan semua sarana tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini benar-benar rentan terhadap hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak kerusakan buah tomat masih tinggi kira-kira 20-50%. Berikut beberapa perawatan perlu andaikata kami hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. Penyulaman ditunaikan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat umumnya dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, sebab tanaman kudu berkompetisi didalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma juga menyebabkan hama dan penyakit yang mampu menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dijalankan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda dapat dikerjakan bersama tangan. Namun andaikan batang sudah amat keras, sebaiknya manfaatkan pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman dapat dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilaksanakan sesudah keluar jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai persentase kalium tinggi pada saat tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dilakukan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair wajib diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami dapat memberikan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah usia 2-3 minggu memberikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman tetap keluar tidak cukup gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan hingga perihal tanaman gara-gara mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak perlu air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun akan mencegah fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan bisa menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu memicu kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak perlu kembali penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran dapat dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini mungkin untuk menghindar luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar barangkali tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menghambat pertumbuhan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilakukan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka sebab bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlampau kuat sehingga tidak menghindar pembesaran batang. Setelah itu, tiap tiap tanaman bertambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa type hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya sanggup disemprot dengan pestisida. Penggunaan pestisida mesti bijak, sesuaikan bersama lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya manfaatkan pestisida yang alami. Silahkan melihat cara menyebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak dapat diberantas bersama dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida hanya selagi dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap datang dan barangkali akan lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida kemungkinan efektif tetapi dapat mengundang efek lingkungan yang buruk dan terhitung menaikan ongkos produksi. Kalau pun mesti mengfungsikan pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang mesti diperhatikan antara lain penentuan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, dukungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, gunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru sanggup dipanen 60-100 hari setelah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan selagi panen berdasarkan umur tanaman kadang kala tidak efektif. Sebaiknya mengfungsikan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen andaikata kulit buah berubah berasal dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari gara-gara pada siang hari tanaman tetap lakukan fotosintesis. Pada suasana demikian penguapan sedang tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan mampu dilaksanakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata raih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah tertentu dapat menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat secara organik | Purwokerto

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat secara organik | Purwokerto

cara membuat bibit tomat dari buah	 | Kudus

cara membuat bibit tomat dari buah | Kudus

T 13 September 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Menciptakan Pupuk Bokashi Praktis

Cara Menciptakan Pupuk Bokashi Praktis

T 22 August 2011 F A rijal wafaudin

Bokashi merupakan pupuk kompos yang dibentuk secara fermentasi yang terdiri dari bahan-bahan organik ibarat kotoran ternak, sisa-sisa makanan, sampah organik yang berasal dari dapur, cacahan rumput atau jerami dan materi organik lainnya. Bokashi merupakan fermentasi dengan memakai mikroorganisme efektif (EM4)... Selengkapnya

Cara Budidaya Bunga Biar Menghasilkan

Cara Budidaya Bunga Biar Menghasilkan

T 19 July 2011 F A rijal wafaudin

Cara Budidaya Bunga Agar Menghasilkan – Budidaya Bunga merupakan salah satu jenis agrobisnis yang sangat menjanjikan, pasar bunga hingga hari ini tidak pernah sepi, meskipun perkembangannya selalu mengalami naik turun atau pluktuatif. Cara Budidaya Bunga Agar Menghasilkan Pemilihan Jenis Bunga... Selengkapnya

+ SIDEBAR