Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat secara vertikultur | Karanganyar

cara menanam tomat secara vertikultur | Karanganyar

T Diposting oleh pada 14 August 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms berencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang mesti diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam sinar matahari tiap tiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap kala penanaman untuk menjauhkan kerusakan akar di sesudah itu hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan dalam sehingga daun terendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk kurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar agar air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik di dalam pot.
Tempatkan pot di tempat yang cerah dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat dalam wadah memicu tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini berikan tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembapan tanah serta menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk menopang tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan tempatkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menahan air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, di awali kala buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun anggota bawah. Ini menolong menghambat penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di tempat yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya sangat merah, berapapun ukurannya, dan mungkin tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan letakkan tomat fresh ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu bisa mengakibatkan kerusakan rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma sesuai di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih model tomat yang akan ditanam hendaknya mengatur dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat mampu didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya benar-benar mahal, kita dapat membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam di dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, menentukan yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga punya daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya ditunaikan di atas tempat yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara membuat fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih sarana persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi efek tanaman stres saat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati waktu mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas tempat persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dengan dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan fasilitas agar akar tidak putus dikala ditarik. Kedua, cara putar yaitu mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau melewatkan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah benar-benar asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya perlu sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas bentuk bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah lebih kurang satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk dasar berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk dasar harus lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa sangat berfungsi khususnya terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat selalu bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang didalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai didalam polybag atau pot, terlepas terutama dahulu wadahnya lalu masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun bersama dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan mesti perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan pada hama dan penyakit, lebih-lebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak kerusakan buah tomat masih tinggi sekitar 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan perlu seumpama kami hendak lakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfaedah untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah sebab cuaca. Penyulaman dilaksanakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat kebanyakan dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, dikarenakan tanaman wajib berkompetisi di dalam meraih nutrisi. Selain itu gulma juga mengundang hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dilaksanakan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun harus langsung sehingga tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda dapat dikerjakan dengan tangan. Namun sekiranya batang telah sangat keras, sebaiknya manfaatkan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman sanggup dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan sesudah keluar jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai persentase kalium tinggi pada waktu tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan dapat dijalankan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair wajib diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita dapat mengimbuhkan pupuk kandang atau kompos sehabis tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu memberikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah usia 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih keluar tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan hingga tentang tanaman gara-gara dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak amat banyak perlu air, tetapi jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat memicu perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi dapat menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan dapat memicu pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama dengan suasana cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak perlu kembali penyiraman. Justru yang wajib diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman mampu dijalankan terhadap pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin berasal dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran sanggup dibiarkan tegak berdiri sendiri atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menghindar luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana sehingga kemungkinan tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menahan perkembangan dan menyebabkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilakukan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 supaya batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan sangat kuat supaya tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa model hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya bisa disemprot bersama pestisida. Penggunaan pestisida mesti bijak, mengatur bersama lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi ditujukan untuk pasar organik, hendaknya pakai pestisida yang alami. Silahkan memandang cara menyebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak bisa diberantas bersama cuma mengandalkan pestisida saja. Karena kegunaan pestisida hanya waktu dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap datang dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida mungkin efisien tapi dapat menyebabkan pengaruh lingkungan yang buruk dan juga menaikan biaya produksi. Kalau pun wajib memanfaatkan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek dengan bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dilakukan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang kudu diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, bantuan pupuk berimbang, rotasi tanaman, pakai predator alami, manfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sehabis tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan selagi panen berdasarkan usia tanaman kadang kala tidak efektif. Sebaiknya memakai pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen seandainya kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dijalankan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tanaman masih laksanakan fotosintesis. Pada situasi demikian penguapan tengah tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan bisa dikerjakan tiap tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara biasanya raih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu mampu raih 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat secara vertikultur | Karanganyar

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat secara vertikultur | Karanganyar

cara menanam menanam tomat	 | Kendal

cara menanam menanam tomat | Kendal

T 14 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

cara menanam sayuran di dalam polybag	 | Banjarnegara

cara menanam sayuran di dalam polybag | Banjarnegara

T 7 June 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tanaman tomat secara hidroponik	 | Wonogiri

cara menanam tanaman tomat secara hidroponik | Wonogiri

T 18 May 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR