Beranda » Uncategorized » cara menanam tomat tanpa mulsa | Ungaran

cara menanam tomat tanpa mulsa | Ungaran

T Diposting oleh pada 11 January 2012
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan anggota keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang wajib diperhatikan sementara menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak lebih kurang 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap kala penanaman untuk menjauhi rusaknya akar di sesudah itu hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar memadai didalam agar daun terendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar agar air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat di dalam wadah sebabkan tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang dibutuhkan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembaban tanah dan juga menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk membantu tomat melalui masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan menempatkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menghindar air menguap dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, di mulai kala buah tomat berdiameter lebih kurang 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini menopang menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum akan nampak matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di area yang cerah sehingga membuatnya matang, tomat mungkin dapat membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik punya tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan barangkali tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di kurang lebih batangnya.
Jangan menempatkan tomat fresh ke di dalam kulkas. Melakukan perihal itu mampu merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat sanggup tumbuh bersama baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang dapat ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat sanggup didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya amat mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah memadai tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam di dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali ulang terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai miliki daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas fasilitas yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara mengakibatkan sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya pilih sarana persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk kurangi efek tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda pilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati saat mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kurang lebih 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas tempat persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan dengan dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum akan benih dicabut siram bersama air untuk melunakan tempat agar akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sesudah sarana persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau melepaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah amat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki susunan tanah. Dosisnya perlu sesuai dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian bentuk bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic perlu lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa sangat bermanfaat terlebih terhadap musim kemarau. Mulsa plastik berfungsi untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat selamanya bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam terhadap mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya lantas masukkan seluruh media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram bersama air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat memadai sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini benar-benar rentan pada hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat tetap tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut lebih dari satu perawatan mutlak seumpama kami hendak laksanakan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dikerjakan sehabis seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan dalam budidaya tomat umumnya ditunaikan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. Penyiangan memiliki tujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, sebab tanaman perlu berkompetisi di dalam memperoleh nutrisi. Selain itu gulma juga menyebabkan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat ditunaikan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun harus segera supaya tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dikerjakan bersama dengan tangan. Namun jikalau batang udah terlalu keras, sebaiknya mengfungsikan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan sesudah muncul kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai takaran kalium tinggi pada sementara tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan dapat dilaksanakan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair mesti diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita sanggup mengimbuhkan pupuk kandang atau kompos sehabis tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada umur satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis usia 2-3 minggu memberikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih muncul tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, bantuan urea dan KCl jangan sampai tentang tanaman karena mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm berasal dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air, namun jangan hingga kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat menyebabkan perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan mampu membuat pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa sebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai dengan kondisi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak mesti lagi penyiraman. Justru yang wajib diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dikerjakan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai daerah mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak lebih kurang 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berguna untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menghambat luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar mungkin tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran mampu menahan pertumbuhan dan menyebabkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya bersifat angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka sebab bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan benar-benar kuat supaya tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa tipe hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya dapat disemprot bersama pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, menyesuaikan dengan lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang akan diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan menyaksikan langkah menyebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak mampu diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida hanya waktu dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan senantiasa berkunjung dan kemungkinan bakal lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida kemungkinan efektif namun bakal mengundang pengaruh lingkungan yang tidak baik dan terhitung menaikan cost produksi. Kalau pun kudu menggunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh manfaatkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang perlu diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pertolongan pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, memakai tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari setelah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan saat panen berdasarkan usia tanaman kadang selagi tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen sekiranya kulit buah beralih berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, anggota tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari gara-gara terhadap siang hari tanaman masih lakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan tengah tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan mampu dijalankan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara biasanya capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah khusus mampu menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara menanam tomat tanpa mulsa | Ungaran

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara menanam tomat tanpa mulsa | Ungaran

cara membuat tanaman tomat berbuah lebat	 | Batang

cara membuat tanaman tomat berbuah lebat | Batang

T 15 April 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam sayuran di dalam polybag	 | Slawi

cara menanam sayuran di dalam polybag | Slawi

T 10 June 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Menanam Sawi Secara Organik

Cara Menanam Sawi Secara Organik

T 24 August 2011 F A rijal wafaudin

Tanaman Caisin atau lebih dikenal dengan sawi hijau (Brassica sinensis. L) merupakan jenis tumbuhan sayuran yang sanggup ditanam disepanjang animo dan sanggup hidup diberbagai daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi. Bisa dibudidayakan di ketinggian antara 5-1200 mdpl. Perlu diperhatikan, meskipun... Selengkapnya

+ SIDEBAR