Beranda » Uncategorized » cara merawat pohon tomat agar berbuah lebat | Temanggung

cara merawat pohon tomat agar berbuah lebat | Temanggung

T Diposting oleh pada 10 October 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri mempunyai banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, perlu bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada sebagian tips yang kudu diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan cahaya matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari tiap tiap hari.
Dua minggu sebelum akan menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu bersama tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap sementara penanaman untuk hindari kerusakan akar di sesudah itu hari.
Jepit beberapa cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar memadai dalam sehingga daun terendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk kurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar sehingga air mengalir bersama baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembaban tanah. Menanam tomat dalam wadah memicu tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembaban yang diperlukan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk memelihara kelembapan tanah dan juga menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk menopang tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan menempatkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, di awali saat buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun anggota bawah. Ini menopang mencegah penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh sepanjang mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum akan keluar matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di tempat yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang prima untuk dipetik punyai tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan mungkin tersedia sebagian warna kuning tersisa di sekitar batangnya.
Jangan tempatkan tomat fresh ke dalam kulkas. Melakukan hal itu dapat menyebabkan kerusakan rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh bersama dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang bisa ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang bakal ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya amat mahal, kami sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, memilih buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam di dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian melakukan seleksi sekali ulang pada biji tomat, memilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan didalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punyai daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya ditunaikan di atas sarana yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat langkah membawa dampak fasilitas persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan tempat persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk kurangi dampak tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati waktu mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas fasilitas persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dijalankan bersama dengan dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama air untuk melunakan media agar akar tidak putus disaat ditarik. Kedua, langkah putar yaitu mengambil tanaman bersama tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap tiap polybag, tutup dengan tempat tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah benar-benar asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran tak hanya menaikan pH tanah termasuk untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya perlu sesuai dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian wujud bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk dasar berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kadar fosfor mampu ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic kudu lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa terlampau berguna terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas lebih-lebih dahulu wadahnya lalu masukkan semua tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup peka dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini benar-benar rentan pada hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko rusaknya buah tomat tetap tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut sebagian perawatan mutlak kalau kami hendak jalankan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfaedah untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. Penyulaman ditunaikan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang nampak tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat kebanyakan ditunaikan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang tersedia di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, sebab tanaman kudu berkompetisi didalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma termasuk mengakibatkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dilaksanakan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun mesti langsung agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup ditunaikan bersama dengan tangan. Namun misalnya batang udah terlampau keras, sebaiknya memanfaatkan pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilaksanakan setelah muncul jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa kadar kalium tinggi pada selagi tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan dapat dilakukan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair perlu diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami dapat mengimbuhkan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah usia 2-3 minggu memberikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila terhadap umur lebih dari 4 minggu tanaman masih keluar tidak cukup gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, perlindungan urea dan KCl jangan hingga tentang tanaman dikarenakan bisa melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak benar-benar banyak butuh air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air didalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi dapat menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan sanggup membawa dampak pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang mampu mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama dengan keadaan cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak wajib lagi penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa ditunaikan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan terhadap jarak kira-kira 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini mungkin untuk mencegah luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya mungkin tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran dapat mencegah perkembangan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama tali plastik terhadap lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat sehingga tidak mencegah pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit tersebut sanggup disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, menyesuaikan bersama lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya menggunakan pestisida yang alami. Silahkan lihat langkah membuat pestisida organik.

Hama dan penyakit terhadap budidaya tomat tidak dapat diberantas dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida hanya kala dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap mampir dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida barangkali efisien tetapi akan menyebabkan efek lingkungan yang jelek dan juga menaikan cost produksi. Kalau pun harus gunakan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh manfaatkan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti dijalankan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang kudu diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, dukungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, mengfungsikan predator alami, mengfungsikan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60-100 hari sehabis tanam, terkait dari varietasnya. Penentuan saat panen berdasarkan usia tanaman kadang sementara tidak efektif. Sebaiknya manfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen andaikata kulit buah berubah dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya ditunaikan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tanaman tetap melaksanakan fotosintesis. Pada keadaan demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik dapat cepat layu. Pemanenan dapat dilaksanakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya meraih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas spesifik dan didaerah-daerah tertentu sanggup capai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara merawat pohon tomat agar berbuah lebat | Temanggung

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara merawat pohon tomat agar berbuah lebat | Temanggung

cara menanam tomat ijo	 | Jepara

cara menanam tomat ijo | Jepara

T 17 January 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara tanam tomat yang bagus	 | Purbalingga

cara tanam tomat yang bagus | Purbalingga

T 25 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.... Selengkapnya

cara budidaya tomat rampai	 | Purwokerto

cara budidaya tomat rampai | Purwokerto

T 5 May 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR