Beranda » Uncategorized » cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Kendal

cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Kendal

T Diposting oleh pada 10 October 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 4 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punya banyak faedah untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms berencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia lebih dari satu tips yang wajib diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak sekitar 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah pada pas penanaman untuk menghindari rusaknya akar di lantas hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan di dalam supaya daun terendah terletak tepat di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk mengurangi guncangan terhadap akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar agar air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik di dalam pot.
Tempatkan pot di daerah yang cerah bersama sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat di dalam wadah membawa dampak tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang diperlukan untuk melalui hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk merawat kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk menolong tomat melalui masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan menempatkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghambat air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap tiap dua minggu, diawali ketika buah tomat berdiameter kira-kira 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun bagian bawah. Ini menopang menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan keluar matang, masukkan ke didalam kantong kertas, dan simpan di daerah yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di tempat yang cerah sehingga membuatnya matang, tomat bisa saja dapat membusuk sebelum matang.
Tomat yang sempurna untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya benar-benar merah, berapapun ukurannya, dan bisa saja ada lebih dari satu warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan meletakkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan hal itu bisa merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan kira-kira 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat mampu tumbuh bersama baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya cocok di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada terhitung yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih type tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu bersama karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang sesuai untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya benar-benar mahal, kita sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang bakal dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama air. Setelah itu rendam di dalam air, menentukan biji yang tenggelam. Kemudian melaksanakan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punyai daun dan batang yang memadai kuat. Penyemaian hendaknya dijalankan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat cara sebabkan sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan fasilitas persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman stres saat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati saat mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan lebih kurang 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas tempat persemaian bersama dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih di dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan bersama dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilaksanakan dengan dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan sarana sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, langkah putar yaitu menyita tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah sarana persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup bersama media tanam. Cara memindahkannya adalah bersama dengan merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. faedah pengapuran selain menaikan pH tanah terhitung untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya mesti sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas bentuk bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah lebih kurang satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berwujud pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya takaran fosfor mampu ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk basic kudu lebih banyak, sekitar 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama dengan mulsa amat bermanfaat terlebih pada musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat senantiasa bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah sepanjang satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam terhadap mulsa bersama diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam lebih kurang 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas khususnya dahulu wadahnya selanjutnya masukkan seluruh tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan peka dan mesti perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, dampak rusaknya buah tomat tetap tinggi sekitar 20-50%. Berikut beberapa perawatan mutlak jikalau kami hendak jalankan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dikerjakan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat kebanyakan dilaksanakan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan sanggup lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma dapat menganggu tanaman, sebab tanaman harus berkompetisi di dalam meraih nutrisi. Selain itu gulma termasuk mengundang hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan terhadap tanaman tomat dijalankan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh terhadap ketiak daun kudu langsung sehingga tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dijalankan dengan tangan. Namun apabila batang udah terlalu keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk menyesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dijalankan sesudah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa takaran kalium tinggi terhadap kala tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan sanggup dijalankan tiap tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami sanggup memberikan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sehabis umur 2-3 minggu memberikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih dari 4 minggu tanaman tetap terlihat kurang gizi memberikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan hingga berkenaan tanaman karena dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlalu banyak perlu air, tapi jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat mengakibatkan pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi bakal menahan fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan bisa sebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup membuat kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan situasi cuaca. Bila curah hujan cukup relatif tidak harus ulang penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase sehingga air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dikerjakan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai area mengikatkan tanaman supaya tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak kurang lebih 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak berdiri sendiri atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung bermanfaat untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menahan luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya barangkali tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa mencegah perkembangan dan menimbulkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dilaksanakan sehabis tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka gara-gara bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan benar-benar kuat sehingga tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap tiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama tali plastik terhadap lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa style hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya dapat disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida perlu bijak, menyesuaikan dengan lingkungan kira-kira (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi dimaksudkan untuk pasar organik, hendaknya memakai pestisida yang alami. Silahkan melihat cara memicu pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak sanggup diberantas bersama cuma mengandalkan pestisida saja. Karena faedah pestisida cuma kala dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit bakal tetap berkunjung dan kemungkinan bakal lebih resisten. Menaikan dosis pemakaian pestisida mungkin efisien tapi dapat mengakibatkan pengaruh lingkungan yang tidak baik dan termasuk menaikan biaya produksi. Kalau pun harus mengfungsikan pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh menggunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT mesti dilaksanakan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang wajib diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, bantuan pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, memakai tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan selagi panen berdasarkan umur tanaman kadang kala tidak efektif. Sebaiknya mengfungsikan pengamatan fisik pada tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen jikalau kulit buah berubah dari hijau jadi kekuning-kuningan, anggota tepi daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari dikarenakan terhadap siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan sanggup dijalankan tiap tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah tertentu sanggup menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Kendal

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara merawat tomat agar berbuah lebat dan besar | Kendal

youtube cara menanam tomat di pot	 | Temanggung

youtube cara menanam tomat di pot | Temanggung

T 22 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat terbalik	 | Purwokerto

cara menanam tomat terbalik | Purwokerto

T 3 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Merawat Murai Kerikil Biar Cepat Berkicau Dan Gacor

Cara Merawat Murai Kerikil Biar Cepat Berkicau Dan Gacor

T 28 July 2011 F A rijal wafaudin

Cara Merawat Murai Batu Agar Cepat Berkicau dan Gacor – Murai Batu merupakan burung orisinil berasal dari Indonesia, keindahan nya dari warna bulu, postur badan dan ekor yang menarik, ditambah kicauan burung ini keras dan sangat merdu sehingga disukai oleh... Selengkapnya

+ SIDEBAR