Beranda » Uncategorized » cara tanam tomat dari buah | Purworejo

cara tanam tomat dari buah | Purworejo

T Diposting oleh pada 19 October 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad.

Tomat sendiri punyai banyak faedah untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan bagian keluarga untuk teratur memakan tomat.

Jika Moms memiliki rencana untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang mesti diperhatikan selagi menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam cahaya matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak kurang lebih 60 cm pada tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap saat penanaman untuk hindari kerusakan akar di kemudian hari.
Jepit lebih dari satu cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar cukup di dalam sehingga daun paling rendah terdapat tepat di atas permukaan tanah.
Siram dengan baik untuk kurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlalu padar supaya air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih berasal dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik dalam pot.
Tempatkan pot di tempat yang cerah dengan cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat di dalam wadah membuat tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, menjadi periksalah tiap tiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini berikan tanaman kelembapan yang diperlukan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk merawat kelembapan tanah serta menghimpit pertumbuhan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk membantu tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan lebih dari satu batu pipih dan letakkan satu di samping tiap-tiap tanaman. Batuan menghambat air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, di mulai saat buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas semua daun anggota bawah. Ini membantu menahan penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika tersedia yang rontok sebelum muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah memasang tomat di daerah yang cerah supaya membuatnya matang, tomat bisa saja dapat membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang prima untuk dipetik memiliki tekstur keras dan warnanya benar-benar merah, berapapun ukurannya, dan barangkali tersedia sebagian warna kuning tersisa di lebih kurang batangnya.
Jangan tempatkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan perihal itu sanggup merusak rasa dan tekstur tomat dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam terhadap kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan lebih kurang 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat bisa tumbuh dengan baik terhadap ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang hanya sesuai di dataran tinggi seperti berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada juga yang mampu ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk memilih type tomat yang bakal ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat dapat didapatkan bersama mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya amat mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari faktor ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat selanjutnya menua di pohon. Setelah lumayan tua ambil bijinya dan bersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam di dalam air, memilih biji yang tenggelam. Kemudian jalankan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu hingga mempunyai daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dikerjakan di atas tempat yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat cara sebabkan media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya menentukan sarana persemaian dengan ploybag. Hal ini untuk mengurangi dampak tanaman stres disaat dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati selagi mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, membuat larikan (garis) diatas sarana persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilaksanakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama air untuk melunakan sarana sehingga akar tidak putus dikala ditarik. Kedua, langkah putar yaitu mengambil tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, sehabis sarana persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap-tiap polybag, tutup dengan media tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau membebaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik terhadap tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah sangat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran tak hanya menaikan pH tanah termasuk untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya harus disesuaikan bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur lantas wujud bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk basic berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tetapi pupuk dasar wajib lebih banyak, kurang lebih 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan bersama mulsa terlampau berfungsi khususnya pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan lagi tanah selama satu minggu sebelum akan ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam terhadap mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam sekitar 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, lepas lebih-lebih dahulu wadahnya lantas masukkan seluruh tempat tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman sesudah itu timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup peka dan wajib perawatan yang intensif. Tanaman ini amat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek kerusakan buah tomat masih tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut sebagian perawatan perlu andaikata kita hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dilakukan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang muncul tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan didalam budidaya tomat biasanya dilakukan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan sanggup lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, karena tanaman mesti beradu didalam beroleh nutrisi. Selain itu gulma terhitung menimbulkan hama dan penyakit yang sanggup menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat ditunaikan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun perlu segera supaya tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dikerjakan bersama tangan. Namun misalnya batang sudah sangat keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk sesuaikan ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan sesudah muncul kuantitas dompolan buah kurang lebih 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa kadar kalium tinggi terhadap waktu tanaman bakal berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dijalankan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair bersama 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kami sanggup memberikan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah usia 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih nampak kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, bantuan urea dan KCl jangan hingga perihal tanaman gara-gara mampu melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak amat banyak memerlukan air, tetapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat memicu perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi bakal menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan dapat membawa dampak pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang dapat mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan suasana cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak perlu kembali penyiraman. Justru yang harus diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman bisa ditunaikan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir memiliki tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat berasal dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran dapat dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung bermanfaat untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini barangkali untuk menghindar luka pada akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana supaya bisa saja tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran sanggup menahan pertumbuhan dan mengakibatkan penyakit.

Pemasangan lenjeran ditunaikan setelah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berwujud angka 8 supaya batang tomat tidak terluka karena bergesekan bersama dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan amat kuat agar tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa style hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit berikut sanggup disemprot bersama pestisida. Penggunaan pestisida kudu bijak, mengatur bersama lingkungan lebih kurang (para petani lain), riwayat penyemprotan dan ikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya pakai pestisida yang alami. Silahkan melihat langkah menyebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak dapat diberantas dengan hanya mengandalkan pestisida saja. Karena manfaat pestisida hanya saat dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit bakal tetap berkunjung dan mungkin akan lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida mungkin efisien tetapi dapat mengundang dampak lingkungan yang jelek dan terhitung menaikan cost produksi. Kalau pun harus pakai pestisida sebaiknya berganti-ganti brand dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menangani hama dan penyakit secara menyeluruh memakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu ditunaikan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang wajib diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, dukungan pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, memakai tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru mampu dipanen 60-100 hari sehabis tanam, tergantung berasal dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan umur tanaman kadang pas tidak efektif. Sebaiknya memanfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat udah dikatakan siap panen seumpama kulit buah beralih berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dijalankan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada situasi demikianlah penguapan tengah tingi-tingginya agar buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan mampu ditunaikan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata meraih 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas khusus dan didaerah-daerah tertentu sanggup menggapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara tanam tomat dari buah | Purworejo

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara tanam tomat dari buah | Purworejo

cara tanam tomat di polybag	 | Sragen

cara tanam tomat di polybag | Sragen

T 13 November 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

Cara Budidaya Belut Dalam Drum

Cara Budidaya Belut Dalam Drum

T 21 August 2011 F A rijal wafaudin

Budidaya Belut saat ini merupakan budidaya yang banyak digemari, sebab potensi pendapatan ekonomi dari belut begitu bernilai tinggi, bayangkan, dari rumah makan kecil-kecilan hingga rumahmakan glamor menyediakan hidangan belut, selain nilai gizinya yang tinggi belut juga sanggup dimasak kedalam banyak... Selengkapnya

cara menanam tomat apel dalam polybag	 | Wonogiri

cara menanam tomat apel dalam polybag | Wonogiri

T 29 August 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR