Beranda » Uncategorized » cara tanaman tomat cepat berbuah | Kendal

cara tanaman tomat cepat berbuah | Kendal

T Diposting oleh pada 23 September 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 6 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri punya banyak faedah untuk kesehatan, karenanya, penting bagi Moms dan anggota keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, ada lebih dari satu tips yang kudu diperhatikan waktu menanam tomat. Berikut caranya, dikutip berasal dari Almanac.

Pilih lahan bersama dengan sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya menerima 6 jam sinar matahari setiap hari.
Dua minggu sebelum menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur dengan pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama jarak kurang lebih 60 cm antara tanaman satu dengan tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap selagi penanaman untuk menghindari rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar memadai didalam supaya daun terendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama baik untuk mengurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di anggota bawah.
Gunakan tanah yang tidak sangat padar supaya air mengalir bersama dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama dengan bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama baik didalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama dengan sinar matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat dalam wadah sebabkan tanah lebih cepat mengering daripada di kebun, jadi periksalah tiap-tiap hari dan memberikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini memberi tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk menjaga kelembapan tanah dan juga menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu sesudah tomat ditanam.
Untuk menopang tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan beberapa batu pipih dan tempatkan satu di samping tiap tiap tanaman. Batuan menghindar air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos setiap dua minggu, dimulai kala buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun anggota bawah. Ini mendukung menghindar penyakit menyebar berasal dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang udah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan muncul matang, masukkan ke dalam kantong kertas, dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.
Jangan pernah menempatkan tomat di tempat yang cerah agar membuatnya matang, tomat mungkin dapat membusuk sebelum saat matang.
Tomat yang prima untuk dipetik miliki tekstur keras dan warnanya terlalu merah, berapapun ukurannya, dan kemungkinan tersedia beberapa warna kuning tersisa di kira-kira batangnya.
Jangan meletakkan tomat segar ke dalam kulkas. Melakukan perihal itu dapat merusak rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan tehnis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara lazim tomat bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terkandung lebih dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang sesuai di dataran rendah layaknya varietas intan, ratna dan CLN. Ada termasuk yang sanggup ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, seperti GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk menentukan tipe tomat yang dapat ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu terhitung sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan bersama dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda susah mendapatkannya atau harganya terlampau mahal, kami dapat membuatnya sendiri. Caranya bersama dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari aspek ukuran (besar) dan wujud (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, menentukan buah tomat yang dapat dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat berikut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan membersihkan dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam didalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian laksanakan seleksi sekali kembali terhadap biji tomat, memilih yang bentuknya prima (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan bersama dengan dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punyai daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya ditunaikan di atas fasilitas yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat langkah memicu media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih sarana persemaian bersama ploybag. Hal ini untuk mengurangi dampak tanaman stres dikala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda pilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati pas mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan lebih kurang 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, membuat larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan hingga bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dikerjakan bersama dengan dua cara. Pertama bersama dengan pencabutan, sebelum saat benih dicabut siram bersama air untuk melunakan media agar akar tidak putus saat ditarik. Kedua, langkah putar yakni mengambil alih tanaman bersama tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah sarana persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk tiap-tiap polybag, tutup bersama dengan fasilitas tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah amat asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. kegunaan pengapuran selain menaikan pH tanah termasuk untuk melakukan perbaikan susunan tanah. Dosisnya perlu sesuai bersama dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur lantas wujud bedengan bersama dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, memberikan pupuk dasar berwujud pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya persentase fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia namun pupuk dasar perlu lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan bersama mulsa plastik, penutupan bersama mulsa benar-benar bermanfaat lebih-lebih terhadap musim kemarau. Mulsa plastik bermanfaat untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan gulma dan sehingga buah tomat senantiasa bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah sepanjang satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama membuat lubang tanam pada mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kurang lebih 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, terlepas terutama dahulu wadahnya selanjutnya masukkan seluruh fasilitas tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan bersama dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk melindungi kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan kudu perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan pada hama dan penyakit, khususnya yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek kerusakan buah tomat masih tinggi kurang lebih 20-50%. Berikut sebagian perawatan mutlak apabila kita hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman bermanfaat untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah gara-gara cuaca. Penyulaman dilaksanakan sesudah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang keluar tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat biasanya dilaksanakan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma bakal menganggu tanaman, karena tanaman mesti bersaing dalam meraih nutrisi. Selain itu gulma terhitung menyebabkan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dilaksanakan tiap tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun mesti langsung sehingga tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda mampu dilakukan bersama dengan tangan. Namun kalau batang sudah sangat keras, sebaiknya pakai pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman dapat dipotong. Pemotongan ujung tanaman dikerjakan sehabis muncul jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang membawa persentase kalium tinggi terhadap waktu tanaman dapat berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan dapat dilaksanakan tiap-tiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair wajib diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair bersama dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita dapat mengimbuhkan pupuk kandang atau kompos sesudah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu berikan ulang urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada umur lebih dari 4 minggu tanaman tetap nampak tidak cukup gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan hingga tentang tanaman gara-gara dapat melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak memerlukan air, tapi jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat sebabkan pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tapi bakal menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkelanjutan dapat sebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang bisa sebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya sesuai bersama dengan suasana cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak kudu kembali penyiraman. Justru yang kudu diperbaiki adalah saluran drainase agar air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan pada pagi hari. Cegah jangan sampai tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir memiliki tujuan sebagai daerah mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibikin dari bambu selama 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak kurang lebih 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independen atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfaedah untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini bisa saja untuk menahan luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang masih kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar kemungkinan tertancap kecil. Luka pada akar yang diakibatkan tusukan lenjeran mampu menghindar pertumbuhan dan menyebabkan penyakit.

Pemasangan lenjeran dikerjakan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat bersama tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berbentuk angka 8 agar batang tomat tidak terluka dikarenakan bergesekan dengan tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlalu kuat supaya tidak menahan pembesaran batang. Setelah itu, setiap tanaman jadi tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa style hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya mampu disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida harus bijak, menyesuaikan dengan lingkungan sekitar (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang dapat diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya memakai pestisida yang alami. Silahkan memandang cara mengakibatkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak dapat diberantas dengan cuma mengandalkan pestisida saja. Karena fungsi pestisida hanya kala dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan tetap mampir dan bisa saja dapat lebih resisten. Menaikan dosis pemanfaatan pestisida mungkin efisien tetapi akan menimbulkan pengaruh lingkungan yang buruk dan termasuk menaikan biaya produksi. Kalau pun mesti mengfungsikan pestisida sebaiknya berganti-ganti merk bersama bahan aktif berbeda.

Untuk mengatasi hama dan penyakit secara menyeluruh pakai prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT perlu dilakukan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan pada lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, menggunakan predator alami, menggunakan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari setelah tanam, bergantung dari varietasnya. Penentuan pas panen berdasarkan usia tanaman kadang selagi tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen jika kulit buah berubah berasal dari hijau jadi kekuning-kuningan, bagian pinggir daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilaksanakan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman tetap laksanakan fotosintesis. Pada suasana demikian penguapan sedang tingi-tingginya supaya buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan bisa dilaksanakan tiap-tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya capai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu sanggup mencapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk cara tanaman tomat cepat berbuah | Kendal

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait cara tanaman tomat cepat berbuah | Kendal

cara menanam tomat di gantung	 | Wonogiri

cara menanam tomat di gantung | Wonogiri

T 22 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms mampu menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

cara menanam tomat ranti mawar	 | Demak

cara menanam tomat ranti mawar | Demak

T 12 July 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara bercocok tanam tomat yang baik dan benar	 | Karanganyar

cara bercocok tanam tomat yang baik dan benar | Karanganyar

T 19 February 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms dapat menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.... Selengkapnya

+ SIDEBAR