Beranda » Uncategorized » tips menanam tomat agar berbuah lebat | Batang

tips menanam tomat agar berbuah lebat | Batang

T Diposting oleh pada 28 September 2011
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 5 kali

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah

Ini caranya supaya tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat
Tomat adalah tidak benar satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad.

Tomat sendiri memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan, karenanya, mutlak bagi Moms dan bagian keluarga untuk rutin memakan tomat.

Jika Moms merencanakan untuk menanam tomat sendiri di halaman rumah, tersedia beberapa tips yang harus diperhatikan saat menanam tomat. Berikut caranya, dikutip dari Almanac.

Pilih lahan bersama sinar matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Penting bahwa lahan setidaknya terima 6 jam cahaya matahari tiap tiap hari.
Dua minggu sebelum saat menanam tanaman tomat di luar ruangan, gali tanah sedalam 30 cm dan campur bersama pupuk kompos.
Tanam tanaman tomat bersama dengan jarak kurang lebih 60 cm pada tanaman satu bersama tanaman lain.
Tempatkan tomat atau keramba di tanah terhadap saat penanaman untuk menjauhkan rusaknya akar di kemudian hari.
Jepit sebagian cabang bawah tanaman tomat, dan tanam akar lumayan didalam sehingga daun paling rendah terdapat pas di atas permukaan tanah.
Siram bersama dengan baik untuk kurangi guncangan pada akar.
Gunakan pot atau wadah besar bersama dengan lubang drainase di bagian bawah.
Gunakan tanah yang tidak terlampau padar sehingga air mengalir dengan baik. Direkomendasikan campuran tanah yang baik bersama bahan organik tambahan.
Tanam satu tanaman tomat per pot. Pilih dari varietas semak atau kerdil, banyak tomat ceri tumbuh bersama dengan baik dalam pot.
Tempatkan pot di area yang cerah bersama cahaya matahari penuh selam 6-8 jam sehari.
Jaga kelembapan tanah. Menanam tomat didalam wadah memicu tanah lebih cepat jadi kering daripada di kebun, menjadi periksalah setiap hari dan berikan air tambahan.
Siram tanaman tomat di pagi hari. Ini berikan tanaman kelembapan yang dibutuhkan untuk lewat hari yang panas. Hindari menyiram di sore atau di malam hari.
Berikan mulsa (material penutup tanaman untuk melindungi kelembapan tanah dan juga menghimpit perkembangan gulma dan penyakit) lima minggu setelah tomat ditanam.
Untuk membantu tomat melewati masa-masa kekeringan, temukan sebagian batu pipih dan menempatkan satu di samping setiap tanaman. Batuan menahan air menguap berasal dari tanah.
Berikan tanaman tomat pupuk atau kompos tiap-tiap dua minggu, di mulai ketika buah tomat berdiameter kurang lebih 2,5 cm.
Saat tanaman tumbuh, pangkas seluruh daun bagian bawah. Ini membantu menghambat penyakit menyebar dari tanah ke dedaunan.
Biarkan tomat yang telah tumbuh selama mungkin. Jika ada yang rontok sebelum akan terlihat matang, masukkan ke di dalam kantong kertas, dan simpan di area yang sejuk dan gelap.
Jangan dulu memasang tomat di area yang cerah agar membuatnya matang, tomat kemungkinan bakal membusuk sebelum akan matang.
Tomat yang prima untuk dipetik memiliki tekstur keras dan warnanya terlampau merah, berapapun ukurannya, dan bisa saja tersedia lebih dari satu warna kuning tersisa di kurang lebih batangnya.
Jangan meletakkan tomat segar ke didalam kulkas. Melakukan hal itu mampu mengakibatkan kerusakan rasa dan tekstur tomat berasal dari kebun.

Panduan teknis budidaya tomat

Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC bersama dengan curah hujan kurang lebih 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat sanggup tumbuh bersama baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.

Dewasa ini terdapat lebih berasal dari 400 varietas tomat yang ditanam secara global. Ada varietas yang cuma cocok di dataran tinggi layaknya berlian, mutiara dan kada. Ada yang cocok di dataran rendah seperti varietas intan, ratna dan CLN. Ada terhitung yang dapat ditanam baik di dataran tinggi maupun rendah, layaknya GH2 dan GH4.

Memilih benih tomat
Untuk pilih style tomat yang akan ditanam hendaknya menyesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu termasuk sebaliknya.

Benih tomat mampu didapatkan bersama dengan enteng diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sukar mendapatkannya atau harganya terlampau mahal, kita sanggup membuatnya sendiri. Caranya bersama menyeleksi buah tomat yang paling baik berasal dari aspek ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan berasal dari lendir yang menyelubunginya bersama dengan air. Setelah itu rendam didalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian jalankan seleksi sekali kembali pada biji tomat, memilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan di dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai punya daun dan batang yang lumayan kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas sarana yang terpisah bersama penanaman masal. Lihat langkah mengakibatkan sarana persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk budidaya tomat, sebaiknya memilih fasilitas persemaian bersama dengan ploybag. Hal ini untuk kurangi resiko tanaman stres kala dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda menentukan persemaian bedeng, hendaknya hati-hati sementara mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan kira-kira 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, bikin larikan (garis) diatas fasilitas persemaian bersama jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih didalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilakukan bersama dengan dua cara. Pertama bersama pencabutan, sebelum benih dicabut siram bersama dengan air untuk melunakan tempat agar akar tidak putus dikala ditarik. Kedua, cara putar yakni mengambil alih tanaman bersama dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibikin lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan sarana tanam. Cara memindahkannya adalah bersama merobek atau melepaskan polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terkandung di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlampau asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran tidak cuman menaikan pH tanah termasuk untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya kudu sesuai bersama tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah sampai gembur kemudian wujud bedengan bersama ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang ikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kurang lebih satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk basic berupa pupuk organik layaknya pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk sampai merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor sanggup ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk basic perlu lebih banyak, sekitar 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa terlampau berfungsi khususnya pada musim kemarau. Mulsa plastik berfaedah untuk menjaga kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan supaya buah tomat senantiasa bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan ulang tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama bikin lubang tanam terhadap mulsa bersama dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terkandung dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang di dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam lebih kurang 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai di dalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya selanjutnya masukkan seluruh media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman lantas timbun bersama tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk memelihara kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat lumayan sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini terlalu rentan terhadap hama dan penyakit, terlebih yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek rusaknya buah tomat masih tinggi lebih kurang 20-50%. Berikut beberapa perawatan mutlak andaikan kita hendak melakukan budidaya tomat.

Hama dan penyakit tanaman tomat

a. Penyulaman
Penyulaman berguna untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah karena cuaca. Penyulaman dikerjakan setelah seminggu tomat ditanam. Cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti bersama dengan bibit sisa penyemaian.

b. Penyiangan
Penyiangan di dalam budidaya tomat kebanyakan dilaksanakan 3-4 kali selama musim tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan mampu lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di areal tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, karena tanaman perlu bersaing didalam meraih nutrisi. Selain itu gulma juga mengakibatkan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

c. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman tomat dilakukan tiap-tiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun perlu segera agar tidak tumbuh jadi batang. Pemangkasan tunas muda sanggup dilaksanakan bersama dengan tangan. Namun andaikan batang sudah terlalu keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk mengatur ketinggian tanaman tomat, ujung tanaman mampu dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilakukan sesudah nampak kuantitas dompolan buah lebih kurang 5-7 buah.

d. Pemupukan tambahan
Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai persentase kalium tinggi pada pas tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan mampu dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair mesti diencerkan khususnya dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu bersama dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.

Untuk budidaya tomat non-organik, terhadap umur satu minggu memberikan campuran urea dan KCl bersama perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian sesudah umur 2-3 minggu berikan lagi urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Bila pada usia lebih berasal dari 4 minggu tanaman masih muncul tidak cukup gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, dukungan urea dan KCl jangan sampai perihal tanaman karena sanggup melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

e. Penyiraman dan pengairan
Tanaman tomat tidak terlampau banyak butuh air, tapi jangan hingga kekurangan. Kelebihan air di dalam budidaya tomat membawa dampak perkembangan vegetatif (daun dan batang) yang subur namun bakal menghindar fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkesinambungan sanggup menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.

Kekeringan yang panjang sanggup mengakibatkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan bersama dengan suasana cuaca. Bila curah hujan lumayan relatif tidak perlu kembali penyiraman. Justru yang perlu diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar areat tanaman. Pada musim kemarau, penyiraman sanggup dilaksanakan pada pagi hari. Cegah jangan hingga tanah retak-retak kekeringan.

f. Pemasangan lenjeran
Pemasangan lenjeran atau ajir punya tujuan sebagai area mengikatkan tanaman sehingga tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak kira-kira 10-20 cm berasal dari tanaman. Lenjeran mampu dibiarkan tegak independent atau ujungnya diikatkan bersama lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berfungsi untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan lenjeran hendaknya sedini kemungkinan untuk menghindar luka terhadap akar tanaman akibat penancapan. Tanaman yang tetap kecil akarnya belum menyebar kemana-mana agar bisa saja tertancap kecil. Luka terhadap akar yang diakibatkan tusukan lenjeran bisa menahan perkembangan dan mengundang penyakit.

Pemasangan lenjeran ditunaikan sesudah tinggi tanaman berkisar 10-15 cm. Ikatkan tanaman tomat dengan tali plastik pada lenjeran. Model ikatan sebaiknya berupa angka 8 sehingga batang tomat tidak terluka karena bergesekan bersama tiang lenjeran. Ikatan hendaknya jangan terlampau kuat sehingga tidak menghambat pembesaran batang. Setelah itu, tiap-tiap tanaman makin tambah tinggi 20 cm ikatkan batang tanaman bersama dengan tali plastik pada lenjeran.

Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa model hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat pada lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. Apabila serangannya menggila, hama dan penyakit selanjutnya dapat disemprot bersama dengan pestisida. Penggunaan pestisida perlu bijak, sesuaikan bersama lingkungan kurang lebih (para petani lain), riwayat penyemprotan dan mengikuti petunjuk/dosis penggunaan. Apabila tomat yang bakal diproduksi bertujuan untuk pasar organik, hendaknya manfaatkan pestisida yang alami. Silahkan memandang langkah sebabkan pestisida organik.

Hama dan penyakit pada budidaya tomat tidak dapat diberantas bersama hanya mengandalkan pestisida saja. Karena kegunaan pestisida hanya saat dan jangka pendek. Selebihnya serangan hama dan penyakit akan selamanya singgah dan bisa saja dapat lebih resisten. Menaikan dosis penggunaan pestisida bisa saja efektif tapi dapat menyebabkan dampak lingkungan yang tidak baik dan termasuk menaikan biaya produksi. Kalau pun perlu pakai pestisida sebaiknya berganti-ganti merek bersama dengan bahan aktif berbeda.

Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh gunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT wajib dilaksanakan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, manfaatkan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan paling akhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami.

Pemanenan budidaya tomat
Budidaya tomat baru bisa dipanen 60-100 hari sehabis tanam, terkait berasal dari varietasnya. Penentuan saat panen berdasarkan umur tanaman kadang waktu tidak efektif. Sebaiknya manfaatkan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat telah dikatakan siap panen kalau kulit buah beralih dari hijau menjadi kekuning-kuningan, anggota pinggir daun menguning dan anggota batang mengering.

Pemetikan hendaknya ditunaikan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tanaman masih jalankan fotosintesis. Pada keadaan demikianlah penguapan sedang tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik bakal cepat layu. Pemanenan mampu dilaksanakan tiap tiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara umumnya menggapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu dapat mencapai 25-30 ton per hektar.

rijal wafaudin Diposting oleh

saya seorang peternak yang hobi menulis di blog semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi anda

Belum ada Komentar untuk tips menanam tomat agar berbuah lebat | Batang

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait tips menanam tomat agar berbuah lebat | Batang

cara menanam tomat ceri hidroponik	 | Sukoharjo

cara menanam tomat ceri hidroponik | Sukoharjo

T 19 May 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama layaknya salad. Tomat... Selengkapnya

cara merawat tanaman tomat di pot	 | Boyolali

cara merawat tanaman tomat di pot | Boyolali

T 24 December 2011 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya sehingga tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms bisa menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

menanam tomat dari buah	 | Demak

menanam tomat dari buah | Demak

T 21 March 2012 F A rijal wafaudin

Berikut Cara Menanam Tomat yang Mudah Dilakukan di Rumah Ini caranya agar tanaman tomat tumbuh subur dan berbuah lebat Tomat adalah keliru satu sayuran yang banyak dikonsumsi, Moms sanggup menjadikannya sebagai jus, lalapan, atau menu makanan utama seperti salad. Tomat... Selengkapnya

+ SIDEBAR